Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)atau PGE membukukan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan sepanjang Januari-September 2026. PGEO tercatat mengantongi laba bersih US$126 juta sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 21,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$104,26 juta yang sebagian terdorong oleh peningkatan produksi listrik panas bumi dan efisiensi operasional.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan PGE juga meningkat 10,46 persen secara tahunan menjadi US$352,20 juta dari sebelumnya US$318,86 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan produksi listrik panas bumi yang kembali mencetak rekor tertinggi, sekaligus mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga profitabilitas melalui pengelolaan operasional yang efektif dan efisien.
Direktur Keuangan PGE Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, peningkatan kinerja keuangan ditopang kenaikan produksi, optimalisasi pendapatan, serta disiplin pengelolaan biaya.
“Pertumbuhan laba bersih yang melampaui pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan semakin kuatnya profitabilitas PGE. Kinerja ini didukung oleh peningkatan produksi, optimalisasi pendapatan, serta disiplin pengelolaan biaya yang terus kami jalankan. Fundamental keuangan yang solid menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pengembangan kapasitas panas bumi ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10).
Dari sisi keuangan, total liabilitas PGE turun menjadi US$955,55 juta. Perusahaan juga memiliki kas dan setara kas sebesar US$713,68 juta untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha.
