Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Plastik Terbuat dari Apa? Ini Bahan dan Proses Pembuatannya
Ilustrasi plastik (pexels.com/SHVETS production)
  • Plastik dibuat dari bahan baku seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, selulosa, dan biomassa melalui proses ekstraksi, pemurnian, polimerisasi, hingga pencetakan menjadi produk akhir.
  • Terdapat berbagai jenis plastik dengan karakteristik berbeda seperti PE, PET, PP, PVC, dan PS yang digunakan untuk kebutuhan industri dan rumah tangga sesuai sifatnya masing-masing.
  • Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga plastik domestik dan berdampak pada pasokan serta biaya produksi bagi pelaku industri termasuk UMKM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Plastik dikenal sebagai salah satu bahan sintetis yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Mulai dari kemasan makanan, peralatan rumah tangga, hingga komponen otomotif. Tidak heran penggunaannya tidak lepas dari kehidupan manusia sehari-hari.

Material tersebut banyak digunakan karena sifatnya yang tahan karat dan tahan lama. Plastik dihasilkan melalui bahan baku tertentu dan melewati proses ekstraksi bahan mentah.

Sebenarnya plastik terbuat dari apa? Berikut rincian bahan baku dan proses pembuatannya yang bisa menambah wawasan tentang industri tersebut.

Bahan baku utama plastik

Plastik adalah material sintetis atau semi-sintetis yang dihasilkan melalui polimerisasi molekul-molekul organik. Karakteristiknya yang mudah dibentuk dan dicetak banyak digunakan dalam berbagai industri.

Plastik terbuat dari apa? Sebagian besar bahan baku plastik konvensional sintetis yang dijumpai terbuat dari bahan bakar fosil atau biomassa sebagai bagian dari sumber daya terbarukan. Berikut rincian bahan baku plastik.

1. Minyak bumi

Minyak bumi merupakan bahan baku utama plastik. Minyak bumi akan melalui proses kimiawi untuk memisahkan senyawa-senyawa kimia dan diolah menjadi nafta dan komponen kimia lainnya.

2. Gas alam

Tidak hanya minyak bumi, gas alam juga menjadi komponen penting dalam produksi plastik. Kandungan metana dalam gas alam akan diolah menjadi etilena dan propilena sebagai bahan pembuatan berbagai jenis plastik.

3. Batu bara

Pembuatan plastik dapat memanfaatkan batu bara melalui proses konversi kimia. Meskipun tidak sepopuler minyak bumi dan gas alam, batu bara dapat diolah menjadi gas sintesis untuk menghasilkan monomer plastik.

4. Selulosa

Berikutnya, ada selulosa yang banyak digunakan sebagai bahan alami pembuatan bioplastik. Bahan tersebut akan dikonversi menjadi monomer atau proses kimia tertentu agar bisa dibentuk menjadi plastik.

5. Biomassa

Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, biomassa mulai banyak dikembangkan sebagai bioplastik. Produk tersebut dikenal ramah lingkungan dan mudah terurai karena berasal dari sumber terbarukan, mulai dari pati singkong, pati jagung, hingga rumput laut.

Proses pembuatan plastik

Proses pembuatan plastik umumnya melalui serangkaian prosedur yang kompleks. Ini melibatkan proses kimia dan fisika untuk bisa menghasilkan produk akhir berupa plastik. Adapun tahapan umum pembuatan plastik, yaitu sebagai berikut:

1. Ekstraksi bahan baku

Tahapan pertama adalah ekstraksi bahan baku mentah, seperti minyak bumi dan gas alam. Ekstraksi dilakukan dengan pengeboran untuk mengambil bahan baku mentah dari alam. 

2. Pemurnian

Setelah itu, bahan baku mentah yang didapatkan akan melalui proses pemurnian. Minyak bumi akan dipanaskan di kilang minyak dalam proses pemurnian. Tahapan ini dilakukan untuk memisahkan komponen yang lebih ringan berupa nafta.

3. Polimerisasi

Polimerisasi merupakan tahapan penting dalam pembuatan plastik. Langkah tersebut melibatkan penggabungan dan pembentukan rantai polimer panjang. Ada dua cara yang umum digunakan, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

4. Pencampuran dan pencetakan

Polimer yang diperoleh akan dibentuk dan dicetak menjadi berbagai produk akhir. Berbagai bahan akan dicampur dengan dilelehkan untuk membuat formula plastik, lalu dibentuk menjadi produk plastik sesuai kebutuhan.

Jenis-jenis plastik

Selain memahami plastik terbuat dari apa dan proses pembuatannya, ada berbagai jenis plastik yang umum dijumpai. Masing-masing jenisnya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut beberapa jenis plastik.

1. Polietilena (PE)

Polietilena merupakan jenis plastik terpopuler yang banyak diproduksi di dunia, seperti High-Density Polietilena (HDPE) dan Low-Density Polietilena (LDPE). 

HDPE dikenal kuat dan tebal sehingga banyak digunakan sebagai botol susu, botol sampo, dan botol deterjen. Di sisi lain, LDPE lebih fleksibel dan transparan sehingga banyak dipakai sebagai kantong plastik dan pembungkus makanan.

2. Polietilena Tereftalat (PET atau PETE)

Polietilena Tereftalat (PET atau PETE) memiliki karakteristik ringan, kuat, dan warnanya cenderung jernih. Ini membuatnya banyak dipakai sebagai botol kemasan minuman ringan.

3. Polipropilena (PP)

Plastik Polipropilena bersifat kuat, ringan, dan tahan panas. Karakteristik yang dapat diandalkan tersebut membuatnya banyak dipakai untuk membuat komponen mobil dan kemasan produk.

4. Polivinil Klorida (PVC)

Jenis plastik berikutnya adalah Polivinil Klorida (PVC) yang dikenal karena kekuatan dan ketahanan. Karakteristiknya yang kaku dan tahan lama banyak dipakai sebagai material pipa dan fitting, bingkai jendela, hingga kabel listrik.

5. Polistirena (PS) 

Polistirena memiliki karakteristik seperti busa kaku dan ringan, yang banyak dipakai sebagai wadah makanan sekali pakai dan kemasan pelindung.

Dampak kenaikan harga minyak dunia bagi industri plastik

Belum lama ini, kenaikan harga plastik domestik menjadi sorotan masyarakat. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh lonjakan harga energi, terutama minyak bumi yang menjadi bahan baku utamanya.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel menghambat distribusi bahan baku utama nafta dari Timur Tengah. Ini membuat harga plastik, seperti PE dan PP ikut naik. Logistik global PE terganggu hingga 50 persen.

Situasi tersebut menyebabkan pasokan menipis dan mendorong kenaikan harga plastik signifikan di berbagai rantai produksinya. Kebutuhan nafta dalam negeri hingga saat ini masih bergantung pada impor dari kawasan tersebut sehingga kenaikan harga plastik tidak terhindarkan.

Lonjakan harga plastik ikut memengaruhi berbagai industri, terutama pelaku usaha UMKM yang mengandalkan plastik. Situasi ini berdampak pada margin keuntungan dan memaksa pelaku usaha menyesuaikan produksi.

Demikian informasi mengenai plastik terbuat dari apa lengkap dengan proses pembuatannya. Semoga bermanfaat!

FAQ seputar bahan baku plastik

Apa bahan baku utama plastik?

Sebagian besar plastik konvensional sintetis terbuat dari bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, gas alam, atau batu bara. Bahan tersebut akan diolah melalui proses polimerisasi untuk membentuk bijih plastik.

Kenapa harga plastik bisa mengalami kenaikan?

Harga plastik dapat melonjak drastis dikarenakan gangguan pasokan energi global, kenaikan harga minyak bumi, dan kondisi geopolitik yang mengganggu rantai pasok industri.

Bagaimana dampak kenaikan harga plastik bagi UMKM?

Kenaikan harga plastik dapat membebani pelaku UMKM yang mengandalkan plastik. Ini dapat menekan margin keuntungan dan memaksa pelaku usaha mencari alternatif kemasan atau menaikkan harga jual produk.

Editorial Team