Jakarta, FORTUNE – Pelaksanaan pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel ke dalam minyak solar sebesar 30 persen (B30) sepanjang 2021 berpotensi menghemat devisa negara hingga US$4,54 miliar atau Rp64,92 triliun (kurs Rp14.300).
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih, mengatakan tingkat kepatuhan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) dalam menyalurkan biodiesel semakin membaik, tecermin dari presentase penyaluran 94,17 persen dari total solar. Sementara itu, pemanfaatan biodiesel mencapai 97,89 persen dari total alokasi 9,21 juta kiloliter.
"Kalau ada hal-hal yang belum berjalan sesuai harapan, harus kita lakukan evaluasi untuk perbaikan," katanya dalam keterangan yang dikutip pada Senin (27/12).
Soerjaningsih mengharapkan adanya minimalisasi penyaluran solar B0 non relaksasi pada 2022 agar tidak berpotensi memunculkan denda administratif bagi BU BBM.