Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
UNTR Proyeksi Tambang Emas Martabe Beroperasi Lagi Mei 2026
Konferensi Pers RUPST 2026 PT United Tractors Tbk (UNTR) di Menara Astra, Kamis (16/4). (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)

Jakarta, FORTUNE - PT United Tractors Tbk (UNR) memproyeksikan tambang emas Martabe akan kembali beroperasi pada Mei 2026, setelah izinnya dicabut oleh Satgas Peneriban Kawasan Hutan (PKH) pada Januari 2026.

Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, mengatakan, saat ini perseroan telah memanggil kembali para karyawan yang sempat dirumahkan. Jika tambang Martabe sudah beroperasi kembali, maka perseroan menargetkan tingkat produksi sekitar 70.000 ounce emas pada 2026.

"Setelah izin produksi sudah dimulai lagi, mungkin dalam 1,5 bulan, pada pertengahan Mei, [tambang] sudah bisa beroperasi lagi," kata Iwan, yang baru saja diangkat menggantikan Frans Kesuma melalui RUPST UNTR 2026, Kamis (16/4).

Sebagai konteks, tambang emas di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara tersebut merupakan milik entitas usaha UNTR, PT Agincourt Resources (PTAR). Dikutip dari situs web PTAR, tambang emas Martabe melakukan kegiatan operasional berlandaskan Kontrak Karya (KK) selama 30 tahun dengan pemerintah Indonesia.

Pada 1997, area pertambangannya mencakup 6.560 km persegi. Lalu, area konsesi berkembang menjadi 130.252 hektare, meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal. Per Desember 2024, operasional tambang emas Martabe mencapai 646,08 hektare.

Sejak produksi dimulai pada 24 Juli 2012, tambang tersebut telah memproses lebih dari 6 juta ton bijih dan memproduksi lebih dari 200.000 ounce emas dan 1--2 juta ounce perak. Hingga Juni 2025, sumber daya mineral tambang diperkirakan mencapai 6,4 juta ounce emas dan 58 juta ounce perak. Sementara itu, cadangan bijih diperkirakan mencapai 3,56 juta ounce emas dan 31 juta ounce perak.

Sejalan dengan upaya mengaktifkan kembali operasional tambang emas Martabe, UNTR dan PTAR juga berupaya meningkatkan kualitas dan aspek keselamatan serta lingkungan hidup. "Kami terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup," kata Iwan.

Editorial Team