Jakarta, FORTUNE - Emiten consumer goods dan komoditas agrikultur, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), membalikkan kerugian bersih menjadi laba bersih senilai Rp103,108 miliar hingga September 2026, dari rugi bersih sebesar Rp155,04 miliar.
Sejalan dengan itu, pendapatan konsolidasi perseroan meningkat 40 persen (YoY) menjadi Rp961,9 miliar. Sejalan dengan itu, laba kotor naik 252 persen (YoY) menjadi Rp20,1 miliar. Itu berkat efisiensi dan optimalisasi operasional.
"Upaya efisiensi dan peningkatan utilisasi fasilitas existing yang telah dilakukan mulai membuahkan hasil. Dengan tren ini, kami menargetkan pendapatan hingga akhir 2026 dapat meningkat hingga 50 persen dibandingkan 2025," kata CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), Tumiyono dalam keterangannya, Rabu (4/11).
Penguatan struktur keuangan WMPP juga terlihat dari perbaikan rasio lancar per kuartal-III 2026 yang telah mencapai 1,6 kali. Perseroan akan terus berupaya untuk meningkatkan perbaikan produktivitas dan kinerja operasional, melakukan pengembangan pasar dan meningkatkan kekuatan struktur keuangan.
Dari sisi neraca, perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp3,76 triliun hingga akhir September 2026, menurun dari Rp4,54 triliun pada akhir Desember 2025. Liabilitas perseroan pun turun dari Rp4 triliun menjadi Rp1,08 trliun. Di sisi lain, ekuitas neto WMPP naik dari Rp502,1 miliar menjadi Rp681,78 miliar.
Ke depan, WMPP akan lanjut mengoptimalkan kapasitas produksi dan memperluas peluang pasar untuk menangkap potensi peningkatan permintaan produk pangan. Manajemen menilai, berbagai program strategis pemerintah yang mendukung penguatan sektor pangan nasional juga merupakan peluang bagi perseroan untuk memperkuat posisi bisnis dan mendorong pertumbuhan sektor pangan nasional.
Pada perdagangan Rabu pukul 15.44 WB, harga saham WMPP menguat 4,76 persen. Dikutip dari IDX Mobile, volume transaksi mencapai 48,4 juta unit saham, dengan nilai transaksi Rp982 juta, dan frekuensi transaksi 609 kali.