Jakarta, FORTUNE - Inovasi pembayaran dengan mekanisme Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara mencatatkan perkembangan signifikan.
Setelah di perluas ke Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, QRIS Antarnegara oleh pengguna negara mitra di Indonesia tercatat ada sekitar 21 juta transaksi atau senilai Rp5,90 triliun per Juni 2026.
Sementara, transaksi pengguna Indonesia di negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi atau senilai Rp1,73 triliun. Dengan demikian, nilai transaksi yang masuk ke Indonesia lebih tinggi sebesar Rp4,17 triliun dibandingkan nilai transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan QRIS untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara, termasuk sektor pariwisata dan perdagangan yang menjadi penopang penerimaan devisa mancanegara.
"Pengembangan QRIS Antarnegara dilakukan Bank Indonesia berkolaborasi dengan otoritas dan industri sistem pembayaran di berbagai negara dengan memanfaatkan infrastruktur pembayaran domestik masing-masing," ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Rabu (23/9).
Konektivitas tersebut dinilai turut membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM, untuk melayani transaksi wisatawan mancanegara melalui infrastruktur pembayaran digital yang telah tersedia.
Hingga Juli 2026, QRIS telah digunakan oleh 45,46 juta merchant di Indonesia, di mana 96,69 persen di antaranya merupakan UMKM.
"Pengalaman dan kerangka kerja dari kolaborasi yang telah berjalan akan menjadi fondasi untuk memperluas konektivitas, dengan tetap menyesuaikan implementasinya terhadap karakteristik masing-masing negara mitra," lanjutnya.
Ke depan, ia mengungkapkan targetnya memperluas QRIS Antarnegara dengan negara-negara mitra potensial, terutama yang memiliki keterhubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang kuat dengan Indonesia. Selain itu BI juga membidik penguatan inklusi ekonomi dan keuangan serta konektivitas ekonomi Indonesia di tingkat regional dan global melalui kehadiran QRIS Antarnegara.
