Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Laba Bersih Allo Bank pada 2025 Naik 23 Persen, Tembus Rp574 Miliar
Allo Bank (Dok. Allo Bank)
  • Allo Bank mencetak laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

  • Pertumbuhan kredit mencapai Rp9,14 triliun dengan NPL gross 1,6 persen dan net 0,6 persen.

  • Dana pihak ketiga melonjak 56 persen menjadi Rp9,52 triliun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allo Bank) membukukan kinerja keuangan yang jauh lebih baik pada 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Emiten bank digital ini mengantongi laba bersih Rp574 miliar, atau tumbuh 23 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Akselerasi laba tersebut disokong oleh kenaikan pendapatan operasional 37 persen (YoY) menjadi Rp1,98 triliun. Selaras dengan itu, pendapatan bunga bersihnya terkerek 29 persen (YoY) ke posisi Rp1,44 triliun. Pencapaian ini terutama dimotori oleh besarnya penyaluran kredit di tengah dinamika makroekonomi yang penuh tantangan.

Ari Yanuanto Asah, Plt. Direktur Utama Allo Bank, menyatakan keberhasilan ini merupakan cermin dari strategi pertumbuhan yang kompetitif serta perluasan ekosistem nasabah yang konsisten.

“Bank mampu mencatat pertumbuhan yang kompetitif dan berkelanjutan, dengan basis pelanggan yang terus melebihi 14 juta pelanggan pada akhir Desember 2025,” kata Ari melalui keterangan resmi, Selasa (24/2).

Hingga akhir Desember 2025, Allo Bank telah menyalurkan kredit Rp9,14 triliun. Ekspansi ini didorong oleh pertumbuhan positif pada segmen ritel maupun wholesale. Kendati ekspansif, manajemen tetap menerapkan prinsip disiplin yang ketat pada kualitas pinjaman.

Hal tersebut dibuktikan dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terjaga jauh di bawah ambang batas regulator. NPL gross mencapai 1,6 persen, sementara NPL net 0,6 persen.

Pada sisi pendanaan, Allo Bank mengalami lompatan Dana Pihak Ketiga (DPK) signifikan, yakni 56 persen (YoY) menjadi Rp9,519 triliun. Kenaikan tajam ini mengindikasikan kian kuatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan bank digital tersebut, sekaligus memperkuat diversifikasi basis pendanaan perusahaan.

Menutup 2025, Allo Bank mempertahankan tingkat permodalan yang sangat kokoh terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Hal ini tecermin pada Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai 74,0 persen.

Sementara itu, ekuitas bank juga meningkat 3 persen (YoY) menjadi Rp7,509 triliun. Ari menggarisbawahi bahwa kondisi ini mencerminkan pertumbuhan positif secara organik yang bersumber dari perolehan laba ditahan serta laba tahun berjalan.

Editorial Team