Jakarta, FORTUNE — PT Bank Jago Tbk melanjutkan tren pertumbuhan bisnis pada kuartal I-2026 dengan mencatatkan kenaikan jumlah nasabah menjadi 19,4 juta. Di tengah bertambahnya basis pengguna tersebut, bank digital ini meluncurkan fitur Inspirasi Kantong sebagai upaya menghadirkan layanan pengelolaan keuangan yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing nasabah.
Hingga akhir Maret 2026, jumlah nasabah Bank Jago bertambah lebih dari 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 16,3 juta. Dari total tersebut, sebanyak 15,2 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.
Pertumbuhan jumlah pengguna turut diikuti peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga kuartal I-2026, DPK Bank Jago mencapai Rp26,4 triliun, meningkat 23 persen dibandingkan Rp21,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total DPK tersebut, dana murah atau current account and savings account (CASA) menyumbang 53 persen atau setara Rp13,9 triliun, sedangkan deposito berkontribusi 47 persen atau sekitar Rp12,5 triliun.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 24 persen secara tahunan menjadi Rp25,2 triliun, dari sebelumnya Rp20,3 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong kolaborasi Bank Jago dengan berbagai mitra, mulai dari ekosistem digital, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga jasa keuangan lainnya.
Perseroan juga mempertahankan kualitas aset dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,8 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, total aset Bank Jago meningkat 22 persen menjadi Rp39,5 triliun, dibandingkan Rp32,5 triliun pada kuartal I-2025. Laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) naik 42 persen menjadi Rp86 miliar dari Rp60 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di level 29,9 persen, sedangkan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) tercatat sebesar 95 persen.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Bank Jago memperkenalkan fitur Inspirasi Kantong di Aplikasi Jago. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menyusun Kantong berdasarkan tujuan, kebiasaan, serta kondisi keuangan masing-masing.
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, mengatakan setiap orang memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola keuangan.
“Setiap orang memiliki tujuan dan cara mengelola uang yang berbeda, untuk itu kami menghadirkan Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menemukan ide komposisi kantong yang sesuai dan relevan dengan situasi dan keuangan personal mereka di Aplikasi Jago,” ujar Michael, dalam keterangan pers, Selasa (7/7)
Melalui fitur tersebut, pengguna cukup menjawab sejumlah pertanyaan mengenai aspirasi, kebiasaan, kapasitas finansial, serta tingkat kepercayaan diri dalam mengelola uang. Setelah itu, aplikasi akan menampilkan tipe Inspirasi Kantong beserta karakteristik finansial pengguna dan rekomendasi susunan Kantong yang dapat langsung digunakan maupun disesuaikan.
Saat ini tersedia enam kategori Inspirasi Kantong, yakni Perintis, Pejuang, Pembangun, Pelindung, Penjaga, dan Perancang.
Peluncuran fitur tersebut didahului oleh program Reality Challenge: Seni Menempatkan Uang yang melibatkan 10 peserta dari latar belakang profesi dan tujuan finansial berbeda. Program yang berkolaborasi dengan sutradara Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez itu memberikan tambahan dana sebesar Rp10 juta kepada setiap peserta untuk dikelola selama 30 hari menggunakan Aplikasi Jago.
Pada awal tantangan, delapan dari sepuluh peserta memilih memiliki lebih banyak uang dibandingkan kemampuan mengelola uang. Namun setelah menjalani tantangan selama satu bulan, delapan peserta tersebut justru mengubah pandangannya.
Sebelum Reality Challenge dimulai, peserta diberikan pertanyaan sederhana, yaitu ´Jika diberi pilihan, mana yang akan dipilih, memiliki lebih banyak uang atau menjadi lebih jago mengelola uang?.´ Hasilnya menunjukkan perubahan cara pandang mengelola keuangan.
"Ketika setiap orang menerima jumlah uang yang sama yang lebih menentukan adalah bukan nominal uangnya tetap cara mengelola uang sesuai tujuan, prioritas, dan hidup masing-masing orang,” tutur Michael.
Bank Jago menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mengelola uang memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan besarnya pendapatan yang dimiliki seseorang.
Sebelum tantangan dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mengisi kuesioner untuk mengetahui tipe Inspirasi Kantong yang paling sesuai dengan kondisi keuangan mereka. Berdasarkan hasil tersebut, masing-masing peserta memperoleh rekomendasi susunan Kantong sebagai panduan awal dalam mengelola dana.
Selama 30 hari, peserta didampingi Certified Financial Planner Annisa Steviani, namun tetap diberi keleluasaan menentukan sendiri cara menggunakan dana yang diterima.
Michael mengatakan, peluncuran Inspirasi Kantong ditujukan untuk membantu masyarakat mengelola keuangan sesuai prioritas dan tujuan yang ingin dicapai.
"Mengelola uang bukan hanya tentang memiliki lebih banyak tetapi tentang menempatkan uang sesuai Kantongnya agar tujuan finansial dapat tercapai," kata Michael.
