Jakarta, FORTUNE – Bisnis wealth management OCBC mencatatkan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 29 persen dalam periode 2022 hingga Desember 2025.
Nilai kelolaan dari sektor ini telah berhasil melampaui Rp120 triliun. Lonjakan tajam tersebut merefleksikan tebalnya kepercayaan nasabah terhadap layanan penasihat keuangan (advisory) serta penyediaan solusi finansial yang menyeluruh.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menilai capaian positif ini membuktikan terjadinya evolusi dalam industri pengelolaan kekayaan di Tanah Air. Menurut pengamatan bank tersebut, orientasi masyarakat kelas atas (affluent) kini telah bergeser secara signifikan. Perencanaan hidup jangka panjang mulai menggeser paradigma lama yang sekadar memburu imbal hasil investasi.
“Wealth management bukan sekadar membantu nasabah memperoleh potensi imbal hasil investasi. Yang jauh lebih penting adalah mendampingi mereka di setiap fase perjalanan finansial, mulai dari membangun kekayaan, melindunginya dari berbagai risiko, hingga mempersiapkan proses transfer kekayaan kepada generasi berikutnya,” kata Parwati melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Jumat (10/7).
Cara masyarakat affluent Indonesia melihat esensi kekayaan terus mengalami dinamika perubahan. Jika sebelumnya fokus utama mereka semata-mata mematok potensi imbal hasil investasi, kini pengelolaan kekayaan dipandang sebagai bagian dari proteksi masa depan. Integrasi antara investasi, perencanaan keuangan, pembiayaan, perlindungan aset, hingga succession planning menjadi solusi komprehensif yang paling dicari nasabah.
Langkah antisipatif ini dinilai penting lantaran nasabah menghadapi tantangan berbeda pada tiap fase kehidupan. Risiko inflasi sewaktu-waktu dapat menggerus daya beli masyarakat.
Di lain pihak, volatilitas pasar terus membayangi nilai investasi. Perubahan kondisi pribadi, seperti faktor kesehatan, karier, hingga dinamika keluarga turut memengaruhi rencana keuangan yang telah disusun.
“Ke depan, kami memandang wealth management akan semakin digital, semakin personal, dan semakin inklusif. Namun di atas semuanya, yang paling penting adalah memberikan peace of mind kepada nasabah,” kata Parwati.
Guna menjawab tantangan tersebut, OCBC meramu strategi layanan yang memadukan trusted wealth advisory, sokongan tim spesialis, serta keberagaman opsi investasi. Seluruh pendekatan ini ditopang kuat oleh kapabilitas digital tanpa menepikan peran penting relationship manager.
Secara teknis, ekosistem tersebut diperkuat oleh fitur Wealth Discovery guna memahami profil dan kebutuhan nasabah secara berkala. Tersedia pula Wealth Report yang komprehensif demi memantau pergerakan portofolio.
Selain itu, Wealth Insight disajikan secara relevan agar tiap keputusan investasi diambil secara cermat dan sesuai dengan tujuan finansial jangka panjang.
Seluruh kemudahan pemantauan portofolio dan transaksi praktis ini disatukan melalui aplikasi OCBC Mobile. Melalui kanal digital tersebut, nasabah dapat mengelola strategi finansial mereka secara mandiri dalam satu ekosistem layanan yang terpadu.
