Jakarta, FORTUNE – PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) terus memacu penetrasi sektor UMKM melalui optimalisasi penyaluran kredit berbasis digital. Upaya ini membuahkan hasil positif dengan peningkatan porsi kredit UMKM yang mencapai 31,2 persen pada September 2025, tumbuh dari posisi Desember 2024 yang sebesar 30,62 persen.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, menegaskan bahwa sebagai institusi perbankan digital, perusahaannya berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas.
“Sebagai bank digital, Bank Raya terus mendorong pengusaha lokal untuk meningkatkan daya saing khususnya melalui digitalisasi,” ujar Kicky seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (23/2).
Hingga kuartal III-2025, bank yang merupakan bagian dari BRI Group ini tercatat telah menyalurkan total pembiayaan senilai Rp7,27 triliun. Di tengah geliat digitalisasi perbankan, Bank Raya juga aktif menggerakkan transaksi nontunai, salah satunya melalui gelaran Sundown Markette Festival di Taman Softball Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.
Festival yang berlangsung mulai 21 Februari hingga 14 Maret 2026 tersebut melibatkan 55 tenant UMKM dan merek lokal. Selain bazar kuliner dan produk kreatif, ajang ini juga menjadi sarana edukasi transaksi digital bagi masyarakat luas.
Menurut Kicky, kehadiran Bank Raya dalam acara tersebut bertujuan menciptakan ekosistem transaksi yang inklusif. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati pengalaman bertransaksi yang praktis sembari berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan transaksi digital perusahaan memang menunjukkan tren eksponensial. Hingga Agustus 2025, volume transaksi QRIS Bisnis Bank Raya melonjak hingga 300 persen, dengan frekuensi mencapai 3,3 juta transaksi senilai Rp13,8 miliar. Peningkatan ini didukung oleh fitur Saku Bisnis yang memudahkan pelaku usaha mengelola keuangan sekaligus melakukan pencairan dana pada hari yang sama.
