Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
De Beers Luncurkan SynthDetect 2, Skrining Berlian Makin Cepat
Ilustrasi Berlian (pexels.com/Rūdolfs Klintsons)
  • De Beers memperkenalkan SynthDetect 2, perangkat skrining desktop untuk membedakan berlian natural dan laboratorium, yang dikembangkan bersama pelaku industri perhiasan.
  • Kecepatan pemindaian satu baki berlian dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi kurang dari lima menit, dengan otomatisasi untuk mengurangi input operator dan biaya pemeriksaan.
  • Perangkat untuk pemeriksaan volume besar ini dijadwalkan tersedia pada kuartal I 2027, mencakup berlian lepas maupun perhiasan terpasang berukuran 0,001–10 karat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNEDe Beers Group memperkenalkan SynthDetect 2, perangkat desktop generasi terbaru untuk melakukan skrining berlian. Teknologi ini ditujukan untuk mempercepat proses pemeriksaan berlian natural dan berlian hasil laboratorium di sepanjang rantai industri perhiasan.

Perangkat tersebut diperkenalkan oleh divisi Science & Technology De Beers Group pada 15 September 2026. SynthDetect 2 merupakan pengembangan dari SynthDetect yang diluncurkan pada 2017 dan SynthDetect XL pada 2018. Kedua perangkat tersebut menjadi bagian dari rangkaian instrumen verifikasi berlian De Beers.

Dalam pengembangannya, De Beers bekerja sama dengan sejumlah pelaku industri untuk menyesuaikan teknologi tersebut dengan kebutuhan operasional produsen berlian, laboratorium, pedagang, dan peritel.

Salah satu pembaruan utama SynthDetect 2 adalah kecepatan pemeriksaan. De Beers menyebut waktu pemindaian satu baki penuh berlian dapat dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi kurang dari lima menit.

Perangkat tersebut juga memiliki tingkat otomatisasi lebih tinggi sehingga mengurangi kebutuhan input dari operator. Menurut De Beers, hal ini dapat membantu menekan biaya proses pemeriksaan.

SynthDetect 2 tidak hanya digunakan untuk memeriksa berlian lepas, tetapi juga berlian yang sudah terpasang pada perhiasan.

Melansir Mining Weekly, erangkat ini dapat memeriksa berlian pada cincin, anting, kalung, liontin, gelang, bangle, tennis bracelet, hingga brooch. Untuk berlian lepas, SynthDetect 2 dapat memproses lebih banyak batu dalam satu kali pemeriksaan.

Instrumen tersebut dapat memeriksa berlian berukuran 0,001 hingga 10 karat dengan rentang warna D hingga J. Hasil pemeriksaan dibagi menjadi tiga kategori, yakni Natural, Synthetic, dan Refer.

Kategori Refer menunjukkan bahwa berlian membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan belum dapat dikategorikan sebagai natural ataupun sintetis.

Fitur otomatisasi juga mencakup pembuatan laporan hasil pemeriksaan dan pembaruan perangkat lunak secara jarak jauh. De Beers menyebut satu baki penuh dapat dipindai dalam waktu kurang dari lima menit. Sementara itu, pemeriksaan gelang bangle membutuhkan sekitar 10 detik dan pemindaian cincin menggunakan aksesori rotasi sekitar enam detik.

Verifikasi berlian kian penting

Pengembangan perangkat ini berlangsung seiring meningkatnya penggunaan berlian hasil laboratorium atau laboratory-grown diamonds (LGD) dalam industri perhiasan. Gemological Institute of America (GIA) mencatat LGD telah menjadi bagian dari perdagangan perhiasan, dengan perkembangan teknologi produksi yang memungkinkan pembuatan berlian sintetis dalam ukuran dan kualitas yang semakin beragam.

Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan industri terhadap perangkat verifikasi. De Beers memiliki sejumlah instrumen untuk melakukan pemeriksaan berlian, termasuk AMSMicro dan AMS2 untuk berlian berukuran kecil serta DiamondView dan DiamondSure.

De Beers menyatakan perangkat-perangkat tersebut digunakan untuk membantu membedakan berlian natural dan sintetis serta mendukung verifikasi di sepanjang rantai pasok.

Perusahaan sebelumnya juga memperkenalkan DiamondProof untuk kebutuhan ritel. Perangkat tersebut dapat memeriksa berlian lepas maupun berlian yang telah terpasang pada perhiasan dalam hitungan detik. De Beers menyatakan DiamondProof mencatat tingkat false positive nol persen dalam pengujian yang dilakukan perusahaan.

Sementara itu, SynthDetect 2 ditujukan untuk kebutuhan pemeriksaan dengan volume lebih besar. Penggunanya mencakup produsen berlian dan perhiasan, pedagang grosir, peritel besar, laboratorium gemologi, rumah lelang, hingga tim pengendalian kualitas.

De Beers mengatakan pengembangan SynthDetect 2 melibatkan pelaku industri untuk memastikan perangkat tersebut dapat memenuhi kebutuhan teknis sekaligus terintegrasi dengan proses operasional pengguna.

Senior VP De Beers Group Science & Technology, Sarandos Gouvelis, mengatakan pihaknya telah bekerja sama secara erat dengan mitra industri untuk memastikan SynthDetect 2 tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan skrining perusahaan berlian, tetapi juga dengan kebutuhan operasional mereka.

“Melalui proses kolaborasi ini, kami bangga memperkenalkan SynthDetect 2, yang menghadirkan instrumen bagi pelaku industri dan dapat terintegrasi secara mulus ke dalam operasional mereka, menggabungkan kinerja teknis yang unggul dengan peningkatan kecepatan, biaya, dan efisiensi,” ujarnya.

SynthDetect 2 memiliki dimensi 52 sentimeter x 34 sentimeter x 55 sentimeter dengan bobot 21 kilogram. Perangkat ini dijadwalkan tersedia mulai kuartal I 2027. De Beers belum mencantumkan harga tetap dan menyebut harga tersedia berdasarkan permintaan.

Saat ini, SynthDetect 2 diperkenalkan melalui De Beers Show & Tell di Chancellor Room, Lantai 4, Hong Kong Convention and Exhibition Centre, dalam rangkaian Hong Kong Gem & Jewellery Show.

Peluncuran SynthDetect 2 menambah perangkat verifikasi yang dimiliki De Beers untuk menghadapi kebutuhan pemeriksaan berlian di tengah berkembangnya pasar berlian hasil laboratorium. Kecepatan dan kapasitas pemrosesan menjadi fokus utama perangkat terbaru tersebut, terutama untuk pelaku industri yang menangani berlian dalam volume besar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article