Jakarta, FORTUNE - Heritage Auctions mencatat kinerja terbaik pada paruh pertama 2026 dengan membukukan penjualan lebih dari US$1,41 miliar hingga akhir Juni. Capaian tersebut menjadi rekor semester pertama tertinggi sepanjang 50 tahun sejarah perusahaan sekaligus mengukuhkan kuatnya permintaan terhadap pasar barang koleksi (collectibles) yang kini semakin didorong oleh generasi kolektor baru.
Rumah lelang yang berbasis di Dallas itu mencatat nilai transaksi lebih dari US$1,41 miliar hingga 30 Juni 2026, meningkat hampir 47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$962 juta. Jika tren tersebut berlanjut, Heritage Auctions berpeluang membukukan rekor penjualan tahunan keenam secara berturut-turut dan melampaui capaian US$2,15 miliar pada 2025. Tahun lalu, angka tersebut menempatkan Heritage sebagai rumah lelang dengan penjualan terbesar ketiga di dunia setelah Sotheby's dan Christie's.
Menurut Heritage Auctions, pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga perubahan dalam lanskap pasar koleksi global. Minat kolektor kini semakin luas, mulai dari karya seni rupa, artefak sejarah, buku langka, dan numismatik hingga video game, komik, kartu koleksi, serta memorabilia budaya populer.
"Melampaui angka US$1,4 miliar pada semester pertama di tahun peringatan 50 tahun kami bukan hanya mencerminkan kuatnya pasar saat ini, tetapi juga menunjukkan betapa beragamnya profil kolektor masa kini. Kami melihat generasi baru mulai memasuki pasar, sementara para kolektor lama tetap bersaing di level tertinggi. Hal itu mendorong pertumbuhan yang luar biasa di berbagai kategori," ujar CEO sekaligus Co-Chairman Heritage Auctions Steve Ivy, mengutip keterangan pers, Jumat (10/7).
Melansir Artnet, fenomena tersebut juga diamati oleh Wakil Ketua Fine Art Heritage Auctions, Aviva Lehmann. Menurutnya, perusahaan kini memiliki basis pelanggan yang lebih muda dengan minat koleksi yang tidak lagi terbatas pada satu kategori.
"Kategori unggulan kami menghadirkan basis klien yang lebih muda, beragam, dan tertarik mengoleksi lintas kategori dengan cara yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Saya tidak pernah membayangkan akan menjual lukisan karya Sargent kepada kolektor komik, tetapi hal itu kini terjadi di sini," ujar Lehmann, mengutip Artnet.
Senada, Wakil Ketua Decorative Art Heritage Auctions, Nick Nicholson, mengatakan sebagian besar kolektor muda tersebut pertama kali mengenal Heritage melalui kategori seperti koin, komik, maupun collectibles lainnya.
"Bagi mereka, ini bukan soal uang. Ini soal selera dengan huruf S besar. Mereka ingin memiliki benda-benda unik yang tidak dimiliki orang lain," katanya.
