Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
2026, PEFINDO Proyeksi Penerbitan Obligasi Korporasi hingga Rp196,8 T
Ilustrasi logo Pefindo. Dok Pefindo

Jakarta, FORTUNE - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memproyeksikan penerbitan baru surat utang korporasi berkisar antara Rp154 triliun sampai dengan Rp196,86 triliun pada 2026. Titik tengahnya berada di Rp175,77 triliun.

Salah satu katalisnya adalah jatuh tempo yang masih tinggi pada periode Mei sampai dengan Desember 2026, yakni Rp124,12 triliun. Titik kulminasi jatuh tempo diproyeksi jatuh pada Juli 2026 (Rp36,65 triliun), lalu diikuti September (Rp17,4 triliun), dan Desember (Rp16,09 triliun).

"Surat utang yang akan jatuh tempo yang mana ini masih akan menjadi bahan bakar untuk penerbitan dengan faktor refinancing," kata Chief Economist PEFINDO, Suhindarto dalam Konferensi Pers Penerbitan Surat Utang Korporasi Tahun 2026 dan Outlook Tahun 2026, Rabu (15/4).

PEFINDO menambahkan, penerbitan untuk kebutuhan refinancing umumnya tidak dilakukan di bulan yang sama dengan jatuh tempo, tetapi sebelum waktu itu tiba. Oleh karena itu, penerbitan surat utang korporasi diperkirakan masih akan relatif solid pada kuartal-II 2026.

Sektor yang diproyeksikan mendominasi penerbitan obligasi korporasi tahun ini, salah satunya: multifinance. "Industri ini harus menghimpun dana selain dana pihak ketiga [yang dikumpulkan industri perbankan]. Salah satu alternatif [sumber pendanaannya] memang surat utang korporasi," kata Suhindarto.

Faktor pendorong lainnya adalah pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan masih solid, yang disokong kebijakan fiskal ekspansif dan kebijakan moneter yang diarahkan menjaga stabilitas pasar keuangan.

Selain itu, yield acuan dinilai masih relatif lebih murah dibandingkan average lending rate (sekitar 8 persen) di sektor perbankan per Februari 2026. "Penerbitan surat utang korporasi masih menawarkan alternatif pembiayaan yang relatif lebih efisien dibandingkan perbankan, walaupun kalau dilihat, dampak perang yang sudah mulai terasa untuk meningkatkan yield itu perlu diwaspadai ke depannya," jelas Suhindarto.

Dari segi permintaan, ia menilai investor masih menaruh minat kuat seiring denganupaya mencari return tinggi.

Hingga akhir Maret 2026, PEFINDO menerima 45 mandat penerbitan dengan nilai berjumlah Rp66,28 triliun. 33 di antaranya merupakan perusahaan swasta, sedangkan 12 lainnya BUMN dan anak perusahaan atau BUMD. Mayoritas berasal dari sektor pembiayaan (konsumtif, otomotif) dan perbankan. Berdasarkan jenis instrumen, yang mendominasi dalam rencana penerbitan surat utang adalah PUB obligasi (Rp32,98 triliun).

Lebih lanjut, selama kuartal-I 2026, total penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp59,4 triliun, naik 26,97 persen (YoY) dari periode yang sama pada 2025, yakni Rp46,8 triliun.

Editorial Team