Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Daftar Saham Bank Syariah di BEI dan Gambaran Kinerjanya
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) (bankbsi.co.id)
  • BEI mencatat beberapa saham bank syariah seperti BRIS, BTPS, BANK, dan PNBS.

  • Bank Syariah Indonesia menjadi bank syariah terbesar dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini.

  • Pertumbuhan industri keuangan syariah dan digitalisasi menjadi faktor pendorong perkembangan saham bank syariah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Daftar saham bank syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi perhatian investor seiring meningkatnya minat terhadap instrumen keuangan berbasis prinsip syariah.

Pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia mendorong sejumlah bank untuk melantai di pasar modal dan menawarkan saham kepada publik.

Di pasar saham Indonesia, bank syariah tercatat sebagai emiten yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Islam, seperti menghindari riba, transaksi spekulatif, dan praktik bisnis yang tidak sesuai syariat.

Saham-saham tersebut juga termasuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Daftar saham bank syariah yang tercatat di BEI

Perkembangan bank syariah di pasar modal tidak terlepas dari pertumbuhan industri keuangan syariah sejak awal 1990-an, ketika Bank Muamalat Indonesia berdiri sebagai pelopor.

Seiring waktu, sejumlah bank syariah melakukan ekspansi dan pencatatan saham di BEI untuk memperkuat permodalan serta meningkatkan transparansi bisnis. Berikut daftar saham bank syariah yang tercatat di BEI beserta gambaran model bisnis dan kinerjanya.

1. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS)

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) merupakan bank syariah terbesar di Indonesia yang lahir dari merger tiga bank syariah BUMN, yakni BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah.

Sebagai bank dengan skala terbesar di sektor ini, BRIS menjadi salah satu emiten yang sering menjadi perhatian investor. Pada tahun buku 2024, perusahaan membagikan dividen sebesar Rp1,05 triliun atau Rp22,78 per saham.

Selain itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp45,04 triliun, yang menunjukkan kesehatan keuangan yang relatif kuat. Saham BRIS juga sering menjadi sorotan pasar karena kapitalisasi pasarnya besar dan pernah masuk dalam indeks saham unggulan.

2. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS)

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) memiliki model bisnis yang berbeda dibandingkan bank syariah lainnya. Perusahaan ini fokus pada segmen keluarga produktif berpenghasilan rendah, terutama pelaku usaha mikro.

Model pembiayaan tersebut dikombinasikan dengan program pendampingan bagi nasabah dalam mengelola usaha dan keuangan. Pendekatan ini membuat BTPS dikenal sebagai bank yang menekankan aspek inklusi keuangan.

Dari sisi kinerja, laba bersih BTPS pada kuartal pertama 2024 tercatat sebesar Rp263,66 miliar. Meski mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, bank ini masih memiliki CAR sebesar 47,6 persen serta Return on Asset (RoA) 6,3 persen, yang menunjukkan efisiensi pengelolaan aset.

3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) merupakan bank digital syariah yang berfokus pada layanan perbankan berbasis teknologi. Bank ini sebelumnya dikenal sebagai Bank Net Syariah sebelum bertransformasi menjadi bank digital.

Dalam pengembangan bisnisnya, Bank Aladin mengadopsi strategi kolaborasi digital serta model online-to-offline (O2O), termasuk kerja sama dengan jaringan ritel seperti Alfamart.

Pada 2023, aplikasi Bank Aladin tercatat telah diunduh lebih dari 5,2 juta kali, yang menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan perbankan syariah berbasis digital.

4. PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS)

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) merupakan salah satu bank syariah yang lebih dahulu tercatat di BEI. Bank ini berada di bawah grup Panin dan fokus pada pengembangan produk pembiayaan berbasis prinsip syariah.

Pada 2023, PNBS mencatat laba bersih Rp244,69 miliar, meskipun sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, pendapatan dari penyaluran dana meningkat sekitar 18,86 persen secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap produk pembiayaan syariah yang ditawarkan perusahaan.

Peran bank syariah di pasar modal Indonesia

Keberadaan saham bank syariah di BEI memberikan alternatif investasi bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam sektor keuangan berbasis prinsip syariah.

Bank syariah juga berperan dalam mendorong inklusi keuangan, terutama melalui pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Model bisnis berbasis bagi hasil dan prinsip keadilan menjadi karakteristik utama yang membedakannya dari perbankan konvensional.

Tantangan dan prospek saham bank syariah

Meski memiliki potensi pertumbuhan, saham bank syariah juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya meliputi persaingan dengan bank konvensional yang memiliki jaringan lebih luas, tingkat literasi keuangan syariah yang masih terbatas, serta jumlah produk syariah yang relatif lebih sedikit dibandingkan instrumen konvensional.

Namun, sejumlah faktor dinilai mendukung perkembangan sektor ini. Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, yang memberikan basis pasar yang luas bagi industri keuangan syariah. Selain itu, digitalisasi layanan perbankan serta dukungan regulasi pemerintah turut memperkuat ekosistem keuangan syariah di pasar modal.

Dengan kondisi tersebut, saham bank syariah menjadi salah satu segmen yang terus berkembang dalam struktur industri perbankan dan pasar modal Indonesia.

FAQ seputar saham bank syariah

Apa saja saham bank syariah yang tercatat di BEI?

Saham bank syariah di BEI antara lain BRIS, BTPS, BANK, dan PNBS.

Apa yang dimaksud saham bank syariah?

Saham bank syariah adalah kepemilikan pada bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip keuangan syariah.

Mengapa saham bank syariah diminati investor?

Karena menawarkan alternatif investasi berbasis prinsip syariah serta didukung pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia.

Editorial Team