Demonstrasi Memanas, Rupiah Ditutup Melemah Rp16.485/US$

- Demonstrasi di Jakarta dan daerah lain melemahkan nilai tukar rupiah hingga Rp16.485/US$
- IHSG turun 2,27% akibat tuntutan pengesahan RUU perampasan aset yang lambat
- Analis memprediksi pelemahan rupiah akan berlanjut hingga akhir tahun, memicu apatis pasar terhadap politik Indonesia
Jakarta, FORTUNE – Aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah membuat pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada hari ini (29/8). Tercatat, untuk nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,89 persen di level Rp16.485/US$ pada hari ini.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut pelemahan ini menjadi yang terdalam sejak 1 Agustus 2025. Dengan demikian, Ia memprediksi nilai tukar akan bergerak melemah hingga akhir tahun menyentuh level Rp16.900/US$.
“Kita tahu bahwa carut-marut ini membuat pasar sedikit apatis terhadap perpolitikan di Indonesia. (Demonstrasi) ini yang membuat rupiah kembali mengalami pelemahan cukup tajam,” kata Ibrahim melalui keterangan tertulis kepada Fortune Indonesia di Jakarta, Jumat (29/8).
IHSG sempat anjlok 2,27%

Salah satu tuntutan yang disuarakan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat pada demonstrasi hari ini ialah pengesahan RUU perampasan aset yang dinilai lambat dalam pembayasannya. Untuk itu, Ibrahim menilai situasi ini harus ditanggapi serius oleh Pemerintah maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena bisa berdampak lebih luas terhadap ekonomi bila tidak ditanggulangi.
“Ini harus segera disahkan yang sebenarnya memicu demonstrasi besar-besaran ke depan. Nah pemerintah-pun juga harus berhati-hati,” katanya.
Sementara itu, IHSG pada hari ini sempat turun 2,27 persen dan berada di level 7.771 pada penutupan perdagangan sesi pertama (29/8). Adapun total kapitalisasi pasar IHSG hari ini berada di angka Rp14.093 triliun. Ia memprediksi pelemahan ini masih akan berlanjut pada awal pembukaan IHSG Senin depan.