Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nilai Rights Issue CBRE Maksimal Rp1,27 Triliun, Simak Jadwalnya
Logo PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE). (Dok. Website CBRE)
  • CBRE akan menerbitkan maksimal 11,8 miliar saham baru melalui rights issue seharga Rp108 per saham, dengan potensi dana maksimal Rp1,27 triliun.
  • Pemegang 100 saham pada 4 November 2026 berhak memperoleh 260 HMETD. Pemegang yang tidak mengeksekusi hak berpotensi terdilusi hingga 72,22 persen.
  • Pemegang saham utama OIH dan RCI tidak mengeksekusi haknya, lalu mengalihkan HMETD kepada empat pihak yang berkomitmen mengonversi utang menjadi modal. Perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung 6-12 November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), emiten afiliasi Andry Hakim, akan menerbitkan maksimal 11,8 miliar saham baru lewat rights issue atau penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I).

Itu setara 72,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah terlaksananya PMHMETD I, dengan nilai nonimal Rp25 per saham. Harga pelaksanaan rights issue CBRE adalah Rp108 per saham. Artinya, nilai emisi dari aksi korporasi tersebut berjumlah maksimal Rp1,27 triliun.

"Setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada 4 November 2026 pukul 16.00 WB berhak atas 260 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu," demikian dikutip dari prospektus CBRE, Rabu (2/9).

Aksi korporasi tersebut akan berdampak terhadap susunan pemilik saham CBRE, sebab pemegang saham utama memutuskan tidak akan mengeksekusi haknya. Mereka adalah PT Omudas Investment Holdco (OIH) dengan kepemilikan saham 61,13 persen; dan PT Republik Capital Indonesia (RCI) dengan kepemilikan saham 9,3 persen.

Sejalan dengan itu, OIH mengalihkan haknya kepada:

  • PT Garuda Nusantara Mineral (GNM) sebanyak 2,84 miliar HMETD;

  • PT Saga Investama Sedaya (SIS) sebanyak 1,78 miliar HMETD;

  • Yafin Tandiono Tan sebanyak 1,56 miliar HMETD;

  • Philong Shipping Holding Limited (HSIL) sebanyak 711,31 juta HMETD.

RCI juga mengalihkan haknya kepada 4 pihak yang sama, dengan detail:

  • GNM sebanyak 433,08 juta HMETD;

  • SIS sebanyak 270,68 juta HMETD;

  • Yafin sebanyak 238,19 juta HMETD;

  • HSIL sebanyak 108,27 juta HMETD.

Keempat penerima pengalihan HMETD telah berkomitmen mengeksekusi seluruh HMETD yang diterima lewat skema konversi hak tagih atau utang menjadi modal berdasarkan Perjanjian Pinjaman tertanggal 31 Oktober 2025.

Nantinya, pemegang saham yang tak melaksanakan HMETD miliknya akan mengalami dilusi persentase kepemilikan saham maksimal 72,22 persen.

Secara detail, berikut ini indikasi jadwal rights issue CBRE:

  • Tanggal efektif: 23 Oktober 2026.

  • Tanggal akhir perdagangan saham dengan HMETD

    • Pasar reguler dan pasar negosiasi: 2 November 2026.

    • Pasar tunai: 4 November 2026.

  • Tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD

    • Pasar reguler dan pasar negosiasi: 3 November 2026.

    • Pasar tunai: 5 November 2026.

  • Tanggal pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD: 4 November 2026.

  • Tanggal distribusi HMETD: 5 November 2026.

  • Tanggal pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia: 6 November 2026.

  • Periode perdagangan HMETD: 6-12 November 2026.

  • Periode pelaksanaan HMETD: 6-12 November 2026.

  • Periode penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD: 10-16 November 2026.

  • Tanggal terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan: 16 November 2026.

  • Tanggal penjatahan pemesanan saham tambahan: 17 November 2026.

  • Tanggal pengembalian uang pesanan saham tambahan: 19 November 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article