Jakarta, FORTUNE — Estimasi investasi swasta yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor. Guna mempercepat pembangunan dan memperkuat ekosistem ekonomi yang terintegrasi, Otorita IKN (OIKN) kini memperluas jaringan kerja sama antardaerah, salah satunya melalui penjajakan kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan pembangunan Nusantara saat ini ditopang oleh berbagai skema pembiayaan, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, hingga hibah.
Selain investasi swasta, nilai proyek dengan skema KPBU telah mencapai Rp134,22 triliun dan menjadi salah satu landasan utama dalam mempercepat pembangunan kawasan.
Guna membentuk ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, OIKN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai wilayah. Basuki menegaskan kesiapan pihaknya untuk memfasilitasi daerah mitra dengan kemudahan fiskal.
"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN, nantinya akan ada insentif fiskal," kata Basuki dalam keterangannya yang dikutip Selasa (11/8).
Menurut Basuki, peluang kerja sama antardaerah tersebut tidak terbatas pada penanaman modal, tapi mencakup berbagai sektor strategis penunjang seperti penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.
Langkah tersebut diharapkan membuat pengembangan Nusantara tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga membentuk jaringan ekonomi yang terhubung erat dengan wilayah lain di Indonesia.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan pendekatan pembangunan di wilayahnya selama ini mengedepankan prinsip sinergi lintas sektor.
"Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat," ujar Ahmad.
