Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenkeu Waspadai Dampak Rating MSCI Merambat ke Rupiah hingga APBN
MSCI (Pinterest)
  • Kemenkeu mewaspadai rencana reklasifikasi MSCI menjadi standalone market karena berisiko menekan kepercayaan pasar dan stabilitas perekonomian.

  • Risiko tersebut dapat memengaruhi nilai tukar, suku bunga, arus modal, subsidi, APBN, serta pasar obligasi Indonesia.

  • Perbaikan tata kelola, transparansi, akses investor, dan penegakan regulasi menjadi perhatian utama dalam peninjauan status pasar Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (21/10)

Wahyu Utomo menyampaikan bahwa rencana penurunan rating MSCI dapat melemahkan kepercayaan pasar dan mengganggu stabilitas perekonomian.

saat ini

Menurut Wahyu, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah memperbaiki tata kelola pasar modal Indonesia agar lebih sehat dan transparan.

hingga saat ini

MSCI berpandangan belum terlihat bukti konkret yang cukup kuat mengenai peningkatan tata kelola maupun fungsi pasar yang berjalan konsisten di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    MSCI membahas usulan penurunan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
  • Who?
    Kementerian Keuangan melalui Wahyu Utomo dan Dewan Ekonomi Nasional melalui Luthfi Ridho menyampaikan risiko rencana tersebut.
  • Where?
    Dampak rencana reklasifikasi dibahas terkait perekonomian Indonesia, pasar modal Indonesia, APBN, dan bursa domestik.
  • When?
    Wahyu Utomo menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta dan dikutip Rabu (21/10).
  • Why?
    MSCI menyoroti transparansi struktur kepemilikan saham, aksesibilitas investor, dan efektivitas penegakan regulasi di bursa domestik.
  • How?
    Reklasifikasi berpotensi melemahkan kepercayaan pasar, menekan nilai tukar, menaikkan suku bunga, mendorong arus modal keluar, dan memengaruhi APBN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemenkeu khawatir jika MSCI menurunkan peringkat pasar Indonesia menjadi standalone market. Wahyu Utomo bilang kepercayaan pasar bisa melemah, nilai tukar dan bunga bisa tertekan, serta uang bisa keluar. Luthfi Ridho juga bilang pasar obligasi dapat terkena dampak. Sekarang, tata kelola pasar diminta lebih sehat dan transparan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia mendorong fokus pada tata kelola yang lebih sehat dan transparan. Langkah ini tidak hanya berkaitan dengan mitigasi risiko reklasifikasi, tetapi juga dengan upaya memperkuat pasar modal dan mendukung perekonomian Indonesia agar semakin besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewaspadai dampak dari rencana reklasifikasi peringkat pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi standalone market dapat mengganggu stabilitas perekonomian Indonesia.

Direktur Strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Wahyu Utomo mengatakan bahwa rencana penurunan rating dapat melemahkan kepercayaan pasar (market confidence)

“Kalau kami memandang kalau risiko itu terjadi memang dampaknya luar biasa, ke fiskal juga akan terjadi karena dampaknya nanti kan market confidencenya lemah, nilai tukar tertekan, suki bunga akan tertakan naik arus modal ke luar juga akan mengganggu stabilitas,” ujarnya di Jakarta, dikutip Rabu (21/10) .

Lebih lanjut, apabila nilai tukar dolar menguat maka hal ini akan berpengaruh pada kebutuhan subsidi yang juga meningkat. Hal ini dinilai akan menjadi tantangan untuk mengendalikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tantangan untuk mengendalikan APBN juga sangat menantang mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ujarnya.

Di samping itu, Tenaga Ahli Utama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luthfi Ridho mengatakan bahwa sentimen dari MSCI ini juga dapat berpengaruh pada pasar obligasi terutama rating bond Indonesia.

“Kalau misalnya turun, bisa kemana-mana itu debt service ratio dan cicilan bunga,” ujar Luthfi.

Menurut Wahyu, saat ini hal yang terpenting untuk dilakukan adalah memperbaiki tata kelola pasar modal Indonesia agar lebih sehat dan lebih transparan.

“Bukan hanya semata-mata kita ingin dimitigasi risiko dari MSCI, tapi karena kita ingin ekonominya kuat pasar modal kita harus semakin besar,” katanya.

Meski demikian, Wahyu menilai bahwa besarnya nilai ekonomi Indonesia di kawasan ASEAN akan menjadi pertimbangan MSCI sebelum akhirnya memberikan peringatan lebih lanjut.

“Walaupun ada risiko tapi Indonesia itu size ekonominya besar banget di kawasan ASEAN US$1,5 triliun dibandingkan Vietnam yang dikatakan rising starnya Asia itu size ekonominya US$0,4 triliun, jadikalau misalnya MSCI mempunish kita rasanya akan berpikir agak panjang,” ujarnya.

Sebagai konteks, MSCI membahas usulan perombakan status Indonesia, yang berpotensi turun dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Upaya peninjauan tersebut didorong adanya berbagai catatan kritis dari pihak MSCI terkait transparansi struktur kepemilikan saham yang dinilai masih memerlukan perhatian serius.

Selain masalah keterbukaan informasi, lembaga internasional itu turut menyoroti tingkat kemudahan aksesibilitas bagi para investor serta efektivitas penegakan regulasi yang berlaku di bursa domestik.

Lebih lanjut, MSCI berpandangan hingga saat ini belum terlihat adanya bukti konkret yang cukup kuat mengenai peningkatan tata kelola maupun fungsi pasar yang berjalan secara konsisten di Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article