Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kinerja Lapangan Usaha Melambat, Kapasitas Produksi Kuartal III Susut
Ilustrasi aktivitas pelaku usaha makanan. (Pexels/Micomedel)
  • Kinerja seluruh lapangan usaha kuartal III-2026 melambat, dengan Saldo Bersih Tertimbang turun menjadi 11,46 persen dari 12,97 persen pada kuartal sebelumnya.
  • Industri pengolahan, pemerintahan, konstruksi, listrik dan gas, serta real estat menopang kinerja; kapasitas produksi terpakai turun tipis menjadi 73,75 persen.
  • BI memproyeksikan SBT berikutnya 10,77 persen, didorong transportasi, informasi-komunikasi, real estat, jasa, dan perdagangan saat Natal serta libur akhir tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
triwulan II 2026

Kinerja kegiatan usaha tercatat sebesar 12,97 persen. Kapasitas produksi terpakai mencapai 73,80 persen.

Senin (19/10)

Bank Indonesia menyampaikan bahwa perkembangan kinerja usaha dipengaruhi peningkatan aktivitas usaha, pembangunan proyek, penguatan jaringan listrik, dan realisasi anggaran pemerintah.

kuartal III 2026

Seluruh lapangan usaha mencatatkan SBT sebesar 11,46 persen. Kapasitas produksi terpakai tercatat 73,75 persen.

Ke depannya

Aktivitas usaha diperkirakan tumbuh positif dengan SBT 10,77 persen. Pertanian, kehutanan, dan perikanan diprakirakan turun karena musim tanam dan faktor cuaca.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kinerja seluruh lapangan usaha mencatatkan saldo bersih tertimbang 11,46 persen pada kuartal III 2026.
  • Who?
    Bank Indonesia, termasuk Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan perkembangan tersebut.
  • Where?
    Perkembangan kegiatan usaha terjadi pada berbagai lapangan usaha di Indonesia.
  • When?
    Perkembangan tersebut tercatat pada kuartal III 2026 dan disampaikan pada Senin (19/10).
  • Why?
    Peningkatan aktivitas usaha, pembangunan proyek, penguatan jaringan listrik, dan realisasi anggaran pemerintah memengaruhi perkembangan tersebut.
  • How?
    Kinerja tetap terjaga dengan kapasitas produksi terpakai 73,75 persen, meski SBT dan kapasitas produksi lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bank Indonesia bilang banyak usaha masih berjalan baik pada kuartal III 2026. Ada usaha pabrik, listrik, konstruksi, dan lainnya yang meningkat. Tetapi, kinerjanya lebih lambat dari triwulan sebelumnya. Produksi yang dipakai juga sedikit turun. Nanti usaha diperkirakan tetap tumbuh, kecuali pertanian karena musim tanam dan cuaca.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kinerja kegiatan usaha yang tetap mencatatkan SBT positif menunjukkan aktivitas ekonomi masih terjaga pada kuartal III 2026. Kondisi keuangan dunia usaha juga membaik pada aspek likuiditas dan rentabilitas, sementara akses kredit tetap mudah. Prospek pertumbuhan positif masih terlihat meski sejumlah sektor menghadapi perlambatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Bank Indonesia (BI) mendata kinerja seluruh lapangan usaha (LU) pada kuartal III-2026 berada pada tingkat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 11,46 persen. Persentase SBT ini mencatatkan perlambatan secara kuartalan apabila tersanding dengan pencapaian triwulan II-2026 pada level 12,97 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, membenarkan stabilitas kegiatan usaha pada periode tersebut, terlepas dari adanya perlambatan rasio.

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas kegiatan usaha, berlanjutnya pembangunan sejumlah proyek termasuk proyek strategis nasional, pembangunan dan penguatan jaringan listrik, dan realisasi anggaran pemerintah," kata Ramdan dalam keterangan tertulis, Senin (19/10).

Berdasarkan data BI, sejumlah sektor menopang kinerja SBT pada triwulan III-2026. Sektor tersebut mencakup LU Industri Pengolahan dengan SBT 1,53 persen; LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (SBT 1,09 persen); LU Konstruksi (SBT 0,92 persen); LU Pengadaan Listrik dan Gas (SBT 0,69 persen); serta LU Real Estat (SBT 0,34 persen).

Pada periode yang sama, sektor yang mencatatkan moderasi meliputi LU Informasi dan Komunikasi (SBT 0,57 persen), LU Transportasi dan Pergudangan (SBT 0,40 persen), serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (SBT 0,37 persen).

Dari sisi operasional, rasio kapasitas produksi terpakai pada triwulan III-2026 mencapai 73,75 persen. Angka ini mengalami penurunan dari posisi triwulan sebelumnya, yakni 73,80 persen.

Sektor Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang; Pertambangan dan Penggalian; serta Industri Pengolahan mendominasi penggunaan kapasitas produksi. Sebaliknya, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatatkan penurunan kapasitas produksi menjadi 71,77 persen dari posisi 73,16 persen pada triwulan II-2026.

Dari aspek keuangan, BI mencatat kondisi likuiditas dan rentabilitas entitas usaha mengalami perbaikan. Ketersediaan akses kredit perbankan turut menopang operasionalisasi perusahaan.

Untuk proyeksi ke depan, BI mengestimasi kelanjutan pertumbuhan aktivitas usaha dengan pencapaian SBT pada level 10,77 persen. Angka estimasi ini menyusut apabila berbanding dengan realisasi triwulan II-2026.

Estimasi penambahan kinerja pada periode mendatang bersumber dari LU Transportasi dan Pergudangan; Informasi dan Komunikasi; Real Estat; Jasa Perusahaan; Perdagangan Besar dan Eceran; serta Reparasi Mobil dan Motor. Faktor pendorong bersumber dari eskalasi aktivitas pada momen perayaan Natal dan libur penutupan tahun.

Di sisi lain, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi satu-satunya sektor dengan proyeksi penyusutan akibat siklus musim tanam dan faktor cuaca.

Curated For You

Editorial Team

Related Article