Nanik sendiri dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Ia menggantikan Dadan Hindayana, yang dicopot setelah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.
Pelantikan Nanik bersamaan dengan pengangkatan Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan menilai Nanik mampu membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan dalam waktu singkat.
"Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan," jelasnya.
Selain itu, Nanik mengevaluasi hampir 28 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengategorikan 3 ribu dapur berdasarkan standar mutu, hingga menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.
Ia juga menemukan 414 SPPG bermasalah, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG agar tepat sasaran kepada penerima manfaat, serta menjalin kolaborasi dengan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.
Menurut Nanik, program makan bergizi gratis terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah. Dampak positif ini terlihat jelas ketika program dihentikan sementara selama periode libur sekolah.
“Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh,” tulisnya. Ia juga menyebut sejumlah pedagang harus membuang sayur dan buah karena tidak terserap program MBG.
Nanik menegaskan, program pemenuhan gizi ini murni hadir sebagai bentuk intervensi kesehatan agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas, bukan untuk tujuan politik seperti yang dituduhkan oleh sebagian pihak.
“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029, mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima Program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita,” tulis Nanik.
Siapa itu Nanik S Deyang? | Nanik S Deyang dikenal sebagai mantan jurnalis senior dan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). |
Kenapa Nanik S Deyang mundur dari kepala MBG? | Faktor kesehatan menjadi alasan utama Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala MBG. Ia memilih untuk menjalani perawatan medis di luar negeri. |
Berapa lama Nanik S Deyang menjabat sebagai kepala MBG? | Nanik S Deyang kurang lebih menjabat selama 1,5 bulan atau 45 hari. Ia dilantik pada 8 Juni 2026 dan resmi mundur pada 22 Juli 2026. |
Bagaimana kelanjutan program MBG? | Program MBG tetap berjalan dan menjadi prioritas utama pemerintah meski terjadi perubahan pada jajaran pimpinannya. |