Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Prabowo Siapkan Rp4 T untuk Benahi Perlintasan Sebidang
Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Commuterline yang hingga Selasa pagi jumlahnya tercatat sebanyak 84 korban luka-luka dan 14 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/ Rakha Raditya Yahya
  • Presiden Prabowo menyiapkan hampir Rp4 triliun untuk memperbaiki perlintasan kereta api rawan dan membangun flyover di lokasi penting pasca kecelakaan di Bekasi.

  • Pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh.

  • Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah bergerak cepat menutup celah celaka di perlintasan sebidang. Pasca-insiden memilukan di Bekasi, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan anggaran jumbo mendekati nilai Rp4 triliun guna merombak total keselamatan di perlintasan jenis ini. Dana dialokasikan demi membedah titik-titik rawan serta memacu pembangunan jembatan layang (flyover).

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Prabowo usai menjenguk para korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4) pagi. Di tengah aroma duka, Prabowo memastikan mesin birokrasi akan bekerja cepat melakukan investigasi menyeluruh.

“Kita semua prihatin dan kaget. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita akan segera investigasi,” ujar Prabowo yang disiarkan secara virtual.

Presiden menyoroti carut-marutnya sistem pengamanan perlintasan yang dinilai sebagai persoalan menahun. Di Pulau Jawa saja, terdata sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang yang mengintai nyawa penumpang. Mayoritas merupakan peninggalan masa lampau yang belum tersentuh modernisasi.

“Ini dari zaman Belanda, sudah puluhan tahun. Sekarang kita harus selesaikan semuanya,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah memberikan lampu hijau bagi pembangunan flyover di wilayah Bekasi—zona dengan densitas lalu lintas tinggi dan frekuensi perjalanan kereta yang padat. Proyek strategis ini akan disokong melalui bantuan langsung presiden.

Selain infrastruktur fisik, pemerintah bakal mengevaluasi setiap titik untuk menentukan solusi paling presisi, baik berupa pembangunan pos jaga maupun jembatan layang.

“Demi keselamatan dan karena kereta api sangat penting, kita harus keluarkan anggaran itu,” kata Prabowo.

Petaka ini sendiri bermula pada Senin (27/4) malam di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line itu menyisakan nestapa. Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (28/4), pukul 08.45 WIB, tercatat 14 nyawa melayang dan 84 lainnya luka-luka.

Di sisi korporasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjamin penanganan maksimal bagi seluruh penyintas. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan biaya medis hingga pemakaman sepenuhnya ditanggung perusahaan dan asuransi. Sebagian besar korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi, sementara korban luka tersebar di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Hingga saat ini, denyut Stasiun Bekasi Timur masih terbatas. Perjalanan KRL hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir mulai dibuka untuk operasional dengan pengaturan ketat. Bagi keluarga yang mencari informasi, KAI menyiagakan posko tanggap darurat dan layanan Contact Center 121.

Editorial Team