Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Minta Daerah Hati-Hati Terbitkan Bonds, Purbaya: Gagal Bayar Bisa Guncang Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah berhati-hati dalam menerbitkan surat utang. Dok Fortune Indonesia
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta daerah berhati-hati menerbitkan obligasi agar risiko gagal bayar tidak berujung pada krisis fiskal nasional.
  • Menurut Purbaya, Jakarta belum mendesak menerbitkan obligasi karena likuiditas kas daerahnya masih sangat tebal.
  • Pemerintah pusat menawarkan pinjaman terukur dari PT SMI untuk pendanaan infrastruktur daerah, dengan proyek dinilai secara teliti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, mana sumber pendanaan yang lebih tepat bagi daerah?
Vote Now
Sebelumnya

Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi atau surat utang daerah senilai Rp3,5 triliun. Pramono Anung menyebutnya sebagai yang pertama dilakukan pemprov di Indonesia.

Kamis (3/9)

Purbaya meminta daerah berhati-hati menerbitkan obligasi untuk mencegah risiko gagal bayar. Ia juga menilai Jakarta belum mendesak menerbitkan obligasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, mana sumber pendanaan yang lebih tepat bagi daerah?
Vote Now
  • What?
    Purbaya meminta daerah berhati-hati menerbitkan surat utang daerah atau obligasi.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Pemprov DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan PT SMI.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Kamis (3/9).
  • Why?
    Untuk mencegah risiko gagal bayar yang berujung pada krisis fiskal nasional. Obligasi Jakarta direncanakan untuk meredam tekanan fiskal setelah pemangkasan DBH atau TKD Rp15 triliun.
  • How?
    Purbaya mendorong daerah memanfaatkan pinjaman terukur dari PT SMI, dengan pembayaran dipotong dari sebagian DAU atau utang pemerintah ke daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, mana sumber pendanaan yang lebih tepat bagi daerah?
Vote Now

Pak Purbaya bilang daerah harus hati-hati kalau mau membuat surat utang. Ia takut daerah tidak bisa membayar dan pusat ikut membayar. Jakarta ingin membuat obligasi Rp3,5 triliun, tetapi Pak Purbaya bilang uang kas Jakarta masih banyak. Daerah yang butuh uang infrastruktur bisa meminjam ke PT SMI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, mana sumber pendanaan yang lebih tepat bagi daerah?
Vote Now

Fasilitas pinjaman melalui PT SMI menawarkan jalur pendanaan infrastruktur yang dinilai lebih terukur bagi daerah. Skema ini disertai penilaian teliti terhadap proyek yang dijalankan, sementara pembayaran dapat dipotong dari sebagian Dana Alokasi Umum atau utang pemerintah ke daerah. Pemerintah pusat juga menambah belanja langsung infrastruktur daerah Rp400 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, mana sumber pendanaan yang lebih tepat bagi daerah?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta daerah untuk berhati-hati dalam menerbitkan surat utang daerah atau obligasi (bonds). Hal ini ditegaskan untuk mencegah terjadinya risiko gagal bayar yang berujung pada krisis fiskal nasional sebagaimana pernah dialami sejumlah negara berkembang.

“Kalau gak hati-hati nanti kaya Brazil dan Argentina waktu itu, ketika gak bisa bayar akhirnya yang bayar pusat juga, goncang perekonomiannya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/9).

Di saat yang sama, ia menilai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan surat utang daerah atau obligasi (municipal bonds) tidak mendesak.

Purbaya menilai kondisi likuiditas kas daerah Jakarta sejauh ini masih tergolong sangat tebal untuk membiayai kebutuhan daerahnya.

"Saya belum tahu daerah mana yang akan mengeluarkan, mungkin yang paling depan Jakarta katanya mau ngeluarin. Tapi Jakarta nggak perlu juga ngeluarin bond, uangnya kebanyakan," kata Purbaya.

Purbaya menyampaikan tanggapan tersebut bersamaan dengan penataan ulang Transfer ke Daerah (TKD). Menurutnya, pemerintah pusat memilih menata porsi belanja daerah sebab alokasi APBD di berbagai daerah kerap tidak tepat sasaran.

Meskipun dana transfer langsung diturunkan Rp200 triliun, pemerintah pusat mengimbanginya dengan menambah belanja langsung untuk pembangunan infrastruktur daerah sebesar Rp400 triliun. Langkah ini dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi di daerah.

Bagi daerah yang membutuhkan pendanaan infrastruktur, Purbaya mendorong agar Pemerintah Daerah memanfaatkan fasilitas pinjaman terukur dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dibandingkan menerbitkan obligasi ke pasar keuangan.

"Kami menyediakan dana lewat PT SMI. Daerah bisa pinjam ke PT SMI, nanti bayarannya dipotong dari sebagian DAU (Dana Alokasi Umum) atau utang pemerintah ke daerah. Uang disalurkan tapi betul-betul jadi barangnya karena PT SMI menilai dengan teliti proyek yang dijalankan," ujar Purbaya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi atau surat utang daerah senilai Rp3,5 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan hal tersebut menjadi yang pertama dilakukan pemprov di seluruh Indonesia.

Penerbitan surat utang Jakarta tersebut difokuskan untuk meredam tekanan fiskal usai pemerintah pusat telah memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) atau Transfer ke Daerah (TKD) Jakarta sebanyak Rp15 triliun.

Pemprov DKI Jakarta menilai bahwa obligasi daerah ini akan banyak dipesan seiring daya tarik Jakarta yang besar.

Pilih skema pendanaan daerah yang lebih tepat

Menurutmu, mana sumber pendanaan yang lebih tepat bagi daerah?

See More
Menerbitkan obligasi daerah
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Memanfaatkan pinjaman PT SMI

Curated For You

Editorial Team

Related Article