Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa utang whoosh akan diserahkan ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026. Meski demikian, pemerintah masih akan membahas mengenai skema pembayaran yang akan digunakan.
“Yang jelas akan diserahkan ke kita 15 September [2026],” kata Purbaya di kantornya, dikutip Senin (31/8).
Purbaya mengatakan bahwa pihaknya akan melibatkan beberapa special mission vehicle (SMV) dari Kementerian Keuangan.
“Dua mungkin. Bisa juga kita pakai SMV yang kecil dan juga yang besar. Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa. Masih diolah,” katanya.
Pada November 2025, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab pembayaran utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
Beban kerugian Whoosh yang diperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus membengkak. Berdasarkan laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk 6 bulan pertama 2026, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PBSI) yang merupakan konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham langsung KCIC mencatatkan kerugian bersih Rp5,13 triliun.
Angka tersebut melampaui total kerugian sepanjang 2025 yakni Rp4,99 triliun.
Layanan Whoosh mulai dibuka ke publik pada Oktober 2023. Layanan ini memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 45 menit dari sebelumnya tiga jam.
Di sisi lain, proyek senilai US$7,3 miliar juga meninggalkan masalah hutang. Sebanyak 75 persen biaya berasal dari pinjaman China Development Bank dengan bunga awal 2 persen.
Sisanya berasal dari kontribusi modal pemegang saham konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang terdiri dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.
