Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Utang Whoosh Diserahkan ke Kemenkeu Pada 15 September 2026
ilustrasi aktivitas penumpang di Stasiun Whoosh Padalarang saat Presiden Prabowo Subianto menyapa masyarakat pada 7 Agustus 2025 (setneg.go.id/BPMI Setpres)
  • Utang Whoosh dijadwalkan diserahkan kepada Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.
  • Kementerian Keuangan masih mengolah skema pembayaran dan kemungkinan melibatkan beberapa SMV.
  • Kerugian PBSI, pemegang saham langsung KCIC, tercatat Rp5,13 triliun pada enam bulan pertama 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, siapa yang sebaiknya menanggung utang Whoosh?
Vote Now
Oktober 2023

Layanan Whoosh mulai dibuka ke publik. Waktu tempuh Jakarta-Bandung dipangkas menjadi 45 menit dari sebelumnya tiga jam.

November 2025

Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab pembayaran utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.

6 bulan pertama 2026

PBSI mencatatkan kerugian bersih Rp5,13 triliun berdasarkan laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

15 September 2026

Utang Whoosh dijadwalkan diserahkan ke Kementerian Keuangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, siapa yang sebaiknya menanggung utang Whoosh?
Vote Now
  • What?
    Utang Whoosh akan diserahkan kepada Kementerian Keuangan, sementara skema pembayarannya masih dibahas.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kementerian Keuangan, SMV, Danantara, dan KCIC terlibat dalam isu pengalihan utang Whoosh.
  • Where?
    Purbaya menyampaikan kepastian tersebut di kantornya di Jakarta.
  • When?
    Penyerahan utang Whoosh dijadwalkan pada 15 September 2026.
  • Why?
    Pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab pembayaran utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
  • How?
    Kementerian Keuangan akan melibatkan beberapa SMV; pembayaran utang juga akan menggunakan APBN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, siapa yang sebaiknya menanggung utang Whoosh?
Vote Now

Utang kereta Whoosh akan diberikan ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026. Pak Purbaya bilang caranya masih dipikirkan. Kementerian Keuangan mungkin memakai beberapa SMV. Kereta Whoosh pergi dari Jakarta ke Bandung selama 45 menit. Tetapi, KCIC masih rugi dan belum mendapat keuntungan dari keretanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, siapa yang sebaiknya menanggung utang Whoosh?
Vote Now

Keterlibatan langsung Kementerian Keuangan melalui SMV membuka ruang pengawasan bantuan keuangan untuk pembayaran utang Whoosh. Pengawasan tersebut disebut membedakan SMV di bawah Kementerian Keuangan dari BUMN di bawah Danantara. Di tengah pembahasan skema pembayaran, layanan Whoosh tetap memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi 45 menit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, siapa yang sebaiknya menanggung utang Whoosh?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa utang whoosh akan diserahkan ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026. Meski demikian, pemerintah masih akan membahas mengenai skema pembayaran yang akan digunakan.

“Yang jelas akan diserahkan ke kita 15 September [2026],” kata Purbaya di kantornya, dikutip Senin (31/8).

Purbaya mengatakan bahwa pihaknya akan melibatkan beberapa special mission vehicle (SMV) dari Kementerian Keuangan.

“Dua mungkin. Bisa juga kita pakai SMV yang kecil dan juga yang besar. Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa. Masih diolah,” katanya.

Pada November 2025, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab pembayaran utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.

Beban kerugian Whoosh yang diperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus membengkak. Berdasarkan laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk 6 bulan pertama 2026, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PBSI) yang merupakan konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham langsung KCIC mencatatkan kerugian bersih Rp5,13 triliun.

Angka tersebut melampaui total kerugian sepanjang 2025 yakni Rp4,99 triliun.

Layanan Whoosh mulai dibuka ke publik pada Oktober 2023. Layanan ini memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 45 menit dari sebelumnya tiga jam.

Di sisi lain, proyek senilai US$7,3 miliar juga meninggalkan masalah hutang. Sebanyak 75 persen biaya berasal dari pinjaman China Development Bank dengan bunga awal 2 persen.

Sisanya berasal dari kontribusi modal pemegang saham konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang terdiri dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.

Restrukturisasi Harus Diiringi Perbaikan Kinerja KCIC

Potret Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. (dok. Whoosh)

Ekonom CELIOS Nailul Huda mengatakan bahwa restrukturisasi pengalihan utang Whoosh dari Danantara ke Kemenkeu harus diiringi dengan perbaikan kinerja dari KCIC. Nailul menilai Whoosh belum akan mendapatkan keuntungan dari operasionalnya, dilihat dari tingkat keterisiannya saat ini.

Menurutnya, Whoosh juga masih kalah bersaing dengan moda transportasi lainnya ke Bandung dengan harga seperti ini.

“Masih ada moda lain yang terjangkau secara harga dan masih bisa ditolerir soal waktu,” kata Nailul pada Fortune Indonesia, Senin (31/7).

Apabila Whoosh masih tidak mencatatkan keuntungan, maka SMV di bawah Kemenkeu pun tidak akan mempunyai kekuatan yang panjang untuk menanggung utang Whoosh. Pasalnya, SMV di bawah Kemenkeu sendiri sama dengan BUMN di bawah Danantara. Yang membedakan adalah SMV di bawah Kemenkeu diawasi langsung oleh Kemenkeu ketika diberikan bantuan keuangan, termasuk untuk pembayaran utang Whoosh.

Dengan demikian, pembayaran utang Whoosh juga akan menggunakan APBN.

Idealnya, Nailul mengatakan bahwa Danantara seharusnya mampu membayarkan utang pokok dan bunga utang asalkan mau membagi dividen untuk membayarkan utang Whoosh.

“Masalahnya kan Danantara tidak berkenan untuk membayar karena merasa pasti akan rugi. Dengan tingkat keterisian yang sangat rendah, saya rasa susah apabila hanya mengandalkan pemasukan KCIC untuk membayar utang beserta bunganya. Mau tidak mau harus dibantu oleh Danantara sebagai holding,” katanya.

Meski demikian, apabila nantinya Danantara juga kehabisan dana untuk membiayai utang Whoosh, nantinya beban utang pada akhirnya akan dibebankan kepada pemerintah.

“Apabila tidak ada uang di Danantara, lagi-lagi pasti harus APBN yang membayarnya. Jadi sebenarnya sama saja, pemerintah tetap keluar APBN untuk bayar utang Whoosh, bedanya tidak melalui Danantara, melainkan SMV di bawah Kemenkeu,” kata

Pilih skema pembayaran utang Whoosh

Menurutmu, siapa yang sebaiknya menanggung utang Whoosh?

See More
Danantara
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Kementerian Keuangan melalui APBN

Curated For You

Editorial Team

Related Article