Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Wisman 2026 Ditargetkan 17,6 Juta, Devisa Tembus US$24,7 Miliar

Ogoh-ogoh Bali (dok.pribadi/Natalia Indah)
Ogoh-ogoh Bali (dok.pribadi/Natalia Indah)
Intinya sih...
  • Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional mencapai 3,96 persen hingga kuartal III-2025.
  • Total kunjungan wisman hingga November 2025 mencapai 13,98 juta.
  • Pendapatan devisa diperkirakan berada pada rentang US$22 miliar hingga US$24,7 miliar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menetapkan target pertumbuhan sektor pariwisata yang lebih progresif untuk 2026. Bidikan itu dipatok menyusul kinerja menjanjikan sepanjang 2025. Pada tahun lalu, kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 3,96 persen hingga kuartal ketiga.

Sektor ini kembali membuktikan perannya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian dengan menyumbang devisa US$13,82 miliar serta menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada periode yang sama.

Kinerja positif tersebut didorong oleh kuatnya arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang hingga November 2025 telah menyentuh 13,98 juta kunjungan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan target kunjungan wisman 2025 sebesar 15 juta kunjungan dipastikan telah terpenuhi. Capaian ini menjadi fondasi bagi pemerintah mematok angka lebih tinggi pada tahun berjalan.

“Memasuki tahun 2026 ini, target kunjungan wisman dipatok di kisaran 16 hingga 17,6 juta. Pendapatan devisa diperkirakan berada pada rentang US$22 hingga US$24,7 miliar, dengan kontribusi terhadap PDB berpotensi meningkat menjadi 4,5 sampai 4,7 persen,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (13/1).

Guna mencapai target tersebut, pemerintah dan pemangku kepentingan menyepakati sejumlah pilar penguatan.

Pertama, infrastruktur dan konektivitas, yakni dengan percepatan integrasi antarbandara dan penguatan kolaborasi program antara pusat dan daerah di destinasi prioritas.

Lalu, penyederhanaan akses, yang melibatkan evaluasi kebijakan visa kunjungan untuk memudahkan akses masuk wisman ke Indonesia.

Pilar berikutnya, tata kelola digital. Melaluinya, perbaikan ekosistem penyelenggaraan acara (event) diadakan melalui sistem perizinan terintegrasi dan penerapan asuransi pariwisata untuk standar keselamatan.

Malaysia sejauh ini masih menjadi penyumbang wisman terbesar bagi Indonesia dengan porsi 17,3 persen, diikuti Australia (11,3 persen), Singapura (10,5 persen), dan Cina (8,8 persen).

Rata-rata belanja wisman per kunjungan juga terhitung signifikan pada US$1.259.

Pemerintah juga berkonsentrasi pada peningkatan daya saing tenaga kerja melalui program upskilling dengan target 400.000 orang per tahun.

Dari sisi pembiayaan, keberlanjutan sektor ini diperkuat melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF).

Selain itu, terdapat pemberian insentif pajak berupa Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah (PPh DTP) bagi tenaga kerja pariwisata untuk periode 2025–2026.

Menjelang periode Lebaran, pemerintah tengah menyiapkan stimulus berupa diskon tiket transportasi dan belanja untuk menjaga momentum pergerakan wisata.

“Secara keseluruhan, dengan melihat capaian di 2025, seluruh kementerian dan lembaga yang hadir optimistis target pariwisata 2026 dapat dicapai,” ujar Airlangga. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Lampaui Target, Transaksi Ajang Belanja Nasional 2025 Capai Rp122,2 T

13 Jan 2026, 17:39 WIBNews