Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bersih-Bersih NPF, BSI Lelang 1.200 Properti di Rumah123
BSI Lelang 1.200 Properti di Rumah123/Dok Rumah123
  • BSI bekerja sama dengan Rumah123 melelang 1.200 properti NPF KPR secara digital untuk mempercepat penjualan aset dan menurunkan rasio pembiayaan macet.

  • Inisiatif ini menghadirkan proses lelang yang transparan, efisien, serta memiliki kepastian hukum melalui Risalah Lelang setara Akta Jual Beli, sekaligus mendukung transformasi digital distribusi aset.

  • Kolaborasi ini menyesuaikan tren konsumen yang lebih sensitif harga, menawarkan properti hingga 79,6 persen lebih murah dari pasar reguler.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Langkah "bersih-bersih" neraca tengah dilakoni PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI). Bank syariah terbesar di Tanah Air ini menggandeng platform Rumah123 untuk melelang secara digital 1.200 aset properti yang berasal dari inventori Non Performing Finance (NPF) Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hajatan ini menjadi strategi penting bagi bank mempercepat penjualan agunan sekaligus menekan rasio pembiayaan macet di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.

Retail Collection, Restructuring & Recovery Group Head BSI, Immadha Handy Kusuma, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi asset recovery. Lebih dari sekadar melepas aset, langkah ini adalah transformasi distribusi properti agar lebih transparan dan efisien melalui ekosistem digital.

Madha juga berupaya mematahkan persepsi miring mengenai rumitnya aspek legalitas dalam proses lelang.

“Setiap aset yang dipasarkan telah melalui proses verifikasi dan memiliki kepastian hukum yang jelas, di mana setiap pembeli akan menerima Risalah Lelang yang memiliki kekuatan hukum setara dengan Akta Jual Beli (AJB),” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4).

Ikhtiar BSI dalam mengelola kesehatan aset mulai menunjukkan hasil. Sepanjang 2025, bank ini mampu menjaga rasio NPF pada level 1,81 persen secara gross, membaik dari posisi 1,90 persen pada pengujung 2024.

NPF nett pun berhasil ditekan ke angka 0,47 persen dari sebelumnya 0,50 persen. Kolaborasi digital ini diharapkan menjadi pelumas bagi mesin pertumbuhan bank melalui harga aset yang kompetitif bagi pasar.

Sinyalemen pasar pun ditangkap oleh CEO Rumah123, Wasudewan. Ia melihat inisiatif ini sebagai respons atas pergeseran perilaku konsumen yang kini kian sensitif terhadap harga, terutama pada segmen hunian pada rentang Rp1 miliar-3 miliar, yang paling terdampak kelesuan daya beli.

“Kami melihat pergeseran perilaku konsumen yang semakin kuat ke ranah digital, dengan fokus pada value dan transparansi. Melalui integrasi ini, Rumah123 memastikan 1.200 aset strategis dari BSI tidak hanya tersedia, tetapi juga terserap optimal oleh audiens yang tepat,” papar Wasudewan.

Data internal Rumah123 menunjukkan tren pencarian properti yang lebih terjangkau. Dalam konteks ini, aset lelang muncul sebagai alternatif seksi yang menawarkan efisiensi harga signifikan.

Secara rata-rata, aset lelang perbankan dibanderol 56,8 persen lebih murah dibandingkan dengan harga pasar reguler. Bahkan, pada tipe tertentu, efisiensi harganya sanggup menyentuh 79,6 persen.

Sebagai ilustrasi, sebuah rumah tapak di pasar reguler yang biasanya dihargai Rp1,75 miliar, dalam skema lelang ini bisa dipinang hanya dengan Rp729 juta—atau terpangkas 58,4 persen. Sinergi BSI dan Rumah123 diharapkan mampu mengedukasi publik bahwa aset lelang bukan sekadar opsi cadangan, melainkan solusi kredibel dan relevan di tengah impitan ekonomi saat ini.

Editorial Team