Comscore Tracker
SHARIA

IHATEC Kerja Sama dengan Lembaga Riset Jepang Soal Produk Halal

Memperkuat pelatihan dan edukasi halal.

IHATEC Kerja Sama dengan Lembaga Riset Jepang Soal Produk HalalIlustrasi Restoran Halal. Shutterstock/Bilal Kocabas

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE-Indonesia Halal Training and Education Center (IHATEC) dan Yano Research Institute Ltd Jepang menandatangani MoU kerja samapelaksanaan kegiatan pelatihan, jasa konsultasi halal, dan riset pemasaran. Kerja sama ini salah satunya ditujukan untuk perusahaan Jepang yang memasarkan produknya di Indonesia. 

Direktur IHATEC Evrin Lutfika mengatakan, kerja sama ini mendorong lembaganya memberikan pelatihan, konsultasi, dan kerja sama melakukan riset pemasaran dalam hal Sistem Jaminan Halal, khususnya bagi perusahaan-perusahaan di Jepang. 

"MoU ini mengikat kami untuk bekerja sama lebih erat menuju tujuan bersama, mengejar internasionalisasi ekosistem halal. Masing-masing pihak akan mengejar banyak kegiatan penting, seperti promosi pelatihan halal, webinar, konsultasi, dan riset pemasaran," kata Evrin dalam keterangan pers, dikutip Selasa (5/7).

President of Yano Research Institute Ltd Tmizukosh mengatakan, kerja sama ini dilatarbelakangi meningkatnya jumlah perusahaan Jepang yang ingin mengekspor produknya ke Indonesia. 

Terlebih lagi, masalah halal tengah menjadi isu penting di luar perdagangan dan ekspor produk ke pasar Indonesia karena permintaandan regulasinya. Untuk memenuhi persyaratan halal, perusahaan harus mengetahui bagaimana kebijakan, regulasi, dan prosedur proses sertifikasi halal di Indonesia. 

"Kerja sama yang kita jalin menjadi langkah yang bagus untuk halal yang semakin mendunia. Saya juga ikut turut senang dengan tambahan kerja sama di bidang marketing research. Semoga ke depannya akan semakin baik bagi kita semua," katanya.

Persiapan pelatihan produk halal

Evrin menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi persiapan pelatihan halal untuk klien Yano Research Institute, jasa konsultasi halal. Pelatihan meliputi pembuatan dokumen SJPH, persiapan audit, administrasi pendaftaran halal hingga proses Si Halal BPJPH.

Selain itu, marketing research masuk ke dalam ruang lingkup kerja sama ini. Hal ini untuk mendukung dalam penyediaan informasi mengenai pasar halal di Indonesia, tenaga penelitian dan survei, serta penelitian dan survei dengan metode yang tepat.

"Penandatanganan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal untuk kerja sama dan bersinergi dalam sosialisasi dan edukasi jaminan produk halal luar negeri," ujar Evrin. 

IHATEC dan Yano Research Institute Ltd mendukung penuh perusahaan luar negeri khususnya dari Jepang, dalam proses ekspor ke Indonesia. Hal ini sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar di dunia pada 2024 dan menjaga kepercayaan konsumen atas produk halal. 

"Kerja sama ini turut menguatkan posisi IHATEC menjadi pusat unggulan pelatihan dan edukasi halal baik di dalam negeri maupun luar negeri," ucap Evrin.

Related Topics

Related Articles