Jakarta, FORTUNE - Di tengah berlangsungnya proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menyusun langkah awal untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Untuk mendukung agenda tersebut, kementerian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,8 triliun yang akan digunakan bagi berbagai kebutuhan persiapan operasional dan penguatan organisasi.
Usulan itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).
Menurut Gus Irfan, kebutuhan dana tambahan muncul karena anggaran untuk sejumlah tahapan persiapan haji 2027 belum tercantum dalam pagu anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Ada penyesuaian anggaran, ada sekitar Rp 1,8 triliun karena persiapan haji belum dianggarkan pada pagu kemarin. Jadi kita ajukan Rp 1,8 T tambahan untuk persiapan haji," kata Gus Irfan usai rapat, mengutip laman resmi Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH).
Gus Irfan menjelaskan tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan pendukung penyelenggaraan haji, mulai dari persiapan teknis di dalam negeri hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kemenhaj. "Persiapan segala macam. Persiapan dalam negeri termasuk juga sebagian untuk penyiapan SDM kita," ucap dia.
Ia menilai kebutuhan SDM di kementerian yang baru dibentuk tersebut masih perlu dilengkapi agar mampu menjalankan tugas secara optimal pada musim haji mendatang. "Karena SDM kita belum lengkap, kemarin kita masih tambal sulam, sekarang ini kita mau lengkapi semuanya," katanya, menambahkan.
