Jakarta, FORTUNE – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyusun peta jalan pengembangan ekonomi syariah hingga 2030 melalui empat tahapan. Rangkaian tersebut dimulai dari penguatan fondasi organisasi pada 2026 hingga upaya memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi syariah global pada 2030.
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat MES Ferry Juliantono mengatakan, setiap fase memiliki sasaran berbeda dan dirancang untuk membangun pengembangan ekonomi syariah secara bertahap selama lima tahun ke depan.
“Peta jalan pencapaiannya telah disusun bertahap, mulai dari fondasi hingga penguatan ekonomi syariah dalam peran global,” ujar Ferry saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Dewan Pakar Pengurus Pusat MES di Jakarta, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Tahap awal berlangsung pada 2026 dengan tema Fondasi dan Konsolidasi. Fokusnya mencakup penguatan struktur organisasi, kelembagaan, serta landasan program MES dalam mengembangkan ekonomi syariah.
Pada 2027, MES memasuki fase Akselerasi dan Ekspansi. Tahap ini diarahkan untuk memperluas jangkauan program, mempercepat implementasi, dan meningkatkan dampak ekonomi syariah di masyarakat.
“2027 fase Akselerasi dan Ekspansi, memperluas jangkauan, mempercepat pelaksanaan program, serta meningkatkan dampak nyata,” kata Ferry.
Berikutnya, periode 2028-2029 menjadi fase Penguatan dan Skalabilitas. MES akan memperkuat hasil dari tahapan sebelumnya sekaligus memperbesar cakupan program dan kemitraan hingga ke tingkat global.
Adapun fase terakhir pada 2030 disebut Konsolidasi dan Penyempurnaan. Tahap ini diarahkan untuk menyempurnakan berbagai capaian sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah dunia.
