ilustrasi perhiasan (pexels.com/Pixabay)
Banyak orang mengira bahwa nisab zakat hanya dihitung dari uang tunai atau tabungan saja. Padahal, dalam perhitungan zakat mal, berbagai jenis harta dapat dihitung untuk menentukan apakah seseorang telah mencapai nisab. Berbagai kekayaan tersebut bahkan bisa digabungkan untuk mengetahui total nilai harta yang dimiliki.
1. Tabungan atau uang tunai
Tabungan di bank maupun uang tunai yang Anda simpan termasuk dalam harta yang dihitung dalam zakat mal. Nilai uang tersebut akan dijumlahkan untuk melihat apakah totalnya sudah mencapai nisab. Jika mencapai batas minimal dan telah dimiliki selama satu tahun, maka harta tersebut wajib dizakati.
2. Emas dan perhiasan
Emas batangan maupun perhiasan emas juga termasuk dalam perhitungan zakat mal. Nilainya dihitung berdasarkan harga emas yang berlaku saat itu. Jika total emas yang dimiliki mencapai nisab, maka zakat perlu dikeluarkan sesuai ketentuan.
3. Investasi seperti saham atau reksa dana
Instrumen investasi seperti saham dan reksa dana juga masuk dalam kategori harta yang dihitung untuk zakat. Nilai investasi tersebut dihitung berdasarkan nilai pasar yang berlaku. Dengan demikian, kekayaan dari investasi tetap menjadi bagian dari total harta yang dinilai.
4. Keuntungan usaha atau perdagangan
Keuntungan dari usaha, bisnis, atau aktivitas perdagangan juga termasuk harta yang dapat dikenakan zakat. Penghasilan tersebut dihitung sebagai bagian dari kekayaan yang dimiliki. Jika nilainya mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun, maka zakat wajib ditunaikan.
5. Pendapatan yang disimpan
Pendapatan yang tidak langsung digunakan dan disimpan dalam bentuk tabungan juga termasuk dalam perhitungan zakat. Nilainya digabungkan dengan harta lain yang dimiliki. Hal ini membantu menentukan apakah total kekayaan sudah mencapai nisab.
6. Aset likuid lainnya
Aset likuid lain yang mudah dicairkan juga dapat masuk dalam perhitungan zakat mal. Contohnya seperti deposito atau aset keuangan lainnya yang memiliki nilai jelas. Semua harta tersebut dijumlahkan untuk mengetahui total kekayaan yang dimiliki.
Namun, tidak semua harta langsung dikenakan zakat. Dalam zakat mal terdapat konsep haul, yaitu kepemilikan harta selama satu tahun penuh dalam kondisi mencapai nisab. Jika harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun dan nilainya mencapai nisab, maka seseorang wajib menunaikan zakat sebesar 2,5 persen.