Jakarta, FORTUNE - Industri gim (gaming) global menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah perlambatan pascapandemi. Pendapatannya diproyeksikan tumbuh rata-rata 6 persen pada periode 2026-2030 dan mencapai USD350 miliar pada 2030. Survei terbaru terhadap sekitar 3.000 pemain (gamer) menunjukkan bahwa 55 persen responden meningkatkan waktu bermain mereka dalam enam bulan terakhir.
Tren ini juga terlihat di kalangan usia dewasa. Lebih dari 40 persen gamer baby boomer dan 50 persen gamer Generasi X melaporkan bermain game lima jam atau lebih per minggu. Banyak di antara mereka juga mulai memperkenalkan game kepada generasi berikutnya. Sekitar 44 persen responden menyebutkan anak mereka mulai bermain game sebelum usia lima tahun. Namun, banyak gamer tetap berhati-hati dalam pengeluaran mereka. Sebanyak 49 persen menunggu diskon sebelum membeli, sementara 31 persen menunda pembelian jika harga naik.
Temuan ini dirangkum dalam laporan terbaru Boston Consulting Group (BCG) berjudul Video Gaming Report 2026: How Platforms Are Colliding and Why This Will Spark the Next Era of Growth. Laporan ini mengulas empat tren utama yang akan membentuk masa depan industri gaming, yaitu GenAI, konten buatan pengguna (user-generated content/UGC), game berbasis cloud, dan terbukanya ekosistem app store. Giorgo Paizanis, Partner BCG sekaligus salah satu penulis laporan ini mengatakan, industri gaming sedang berjalan ke arah yang positif.
"Pertumbuhan kembali menguat dan perlambatan pascapandemi kian memudar. Meski pertumbuhan pendapatan industri belakangan ini terutama didorong oleh kenaikan harga, minat gamer tetap kuat tercermin dari semakin besarnya porsi waktu luang yang mereka habiskan untuk bermain. Orang tua yang tumbuh besar dengan game juga masih aktif bermain, dan kini mengenalkan game kepada anak-anak mereka sejak dini. Akses yang semakin luas di berbagai layar dan platform juga membuat orang bisa bermain di lebih banyak momen,” katanya.
