Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Laporan BCG: Industri Gim Bangkit, Pendapatan Terus Naik hingga 2030
ilustrasi bermain game (unsplash.com/@everywheresean)
  • Laporan BCG memproyeksikan pendapatan industri game mencapai USD350 miliar pada 2030.

  • Sekitar 50 persen studio game telah menggunakan AI.

  • Pendapatan game berbasis cloud diperkirakan mencapai USD18,3 miliar pada 2030, naik 57 persen dibanding 2023.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Industri gim (gaming) global menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah perlambatan pascapandemi. Pendapatannya diproyeksikan tumbuh rata-rata 6 persen pada periode 2026-2030 dan mencapai USD350 miliar pada 2030. Survei terbaru terhadap sekitar 3.000 pemain (gamer) menunjukkan bahwa 55 persen responden meningkatkan waktu bermain mereka dalam enam bulan terakhir.

Tren ini juga terlihat di kalangan usia dewasa. Lebih dari 40 persen gamer baby boomer dan 50 persen gamer Generasi X melaporkan bermain game lima jam atau lebih per minggu. Banyak di antara mereka juga mulai memperkenalkan game kepada generasi berikutnya. Sekitar 44 persen responden menyebutkan anak mereka mulai bermain game sebelum usia lima tahun. Namun, banyak gamer tetap berhati-hati dalam pengeluaran mereka. Sebanyak 49 persen menunggu diskon sebelum membeli, sementara 31 persen menunda pembelian jika harga naik.

Temuan ini dirangkum dalam laporan terbaru Boston Consulting Group (BCG) berjudul Video Gaming Report 2026: How Platforms Are Colliding and Why This Will Spark the Next Era of Growth. Laporan ini mengulas empat tren utama yang akan membentuk masa depan industri gaming, yaitu GenAI, konten buatan pengguna (user-generated content/UGC), game berbasis cloud, dan terbukanya ekosistem app store. Giorgo Paizanis, Partner BCG sekaligus salah satu penulis laporan ini mengatakan, industri gaming sedang berjalan ke arah yang positif.

"Pertumbuhan kembali menguat dan perlambatan pascapandemi kian memudar. Meski pertumbuhan pendapatan industri belakangan ini terutama didorong oleh kenaikan harga, minat gamer tetap kuat tercermin dari semakin besarnya porsi waktu luang yang mereka habiskan untuk bermain. Orang tua yang tumbuh besar dengan game juga masih aktif bermain, dan kini mengenalkan game kepada anak-anak mereka sejak dini. Akses yang semakin luas di berbagai layar dan platform juga membuat orang bisa bermain di lebih banyak momen,” katanya.

GenAI mendorong gelombang inovasi baru

ilustrasi handheld gaming PC (id.msi.com)

Dalam laporan ini, BCG menganalisis metadata dari sebuah platform gaming daring dan menemukan sekitar 7.300 game yang mencantumkan penggunaan AI, hampir 20 persen di antaranya adalah dari judul yang dirilis pada kuartal III 2025. Berdasarkan temuan tersebut, BCG memperkirakan sekitar 50 persen studio gaming kini telah memanfaatkan AI.

AI membantu meningkatkan efisiensi melalui penyempurnaan kode dan otomatisasi pengujian kualitas. Di sisi pengalaman pemain, AI memungkinkan game beradaptasi secara real time terhadap pilihan pemain, dengan dukungan memori, kepribadian, dan perilaku berbasis GenAI. Meski demikian, sekitar setengah developers masih khawatir akan potensi penolakan pemain terhadap penggunaan AI.

UGC dan menguatnya ekonomi kreator

Ilustrasi gamers (Pexels.com/Yan Krukau)

Konten buatan pengguna berkembang pesat sebagai bagian dari ekonomi kreator. Nilai pembayaran kepada kreator diperkirakan mencapai USD1,5 miliar pada 2025 dari hanya dua game. Lebih dari 40 persen responden survei mengatakan mereka mengonsumsi lebih banyak UGC tahun ini dibanding tahun lalu, meski hanya 10–15 persen yang aktif membuat konten sendiri. Peran kreator dan streamer juga sangat besar. Sebanyak 55 persen gamer menyatakan akan mencoba game baru jika kreator favorit mereka beralih ke game tersebut.

Game berbasis cloud siap menjadi mainstream

ilustrasi keyboard gaming (pexels.com/RDNE)

Walau 60 persen responden pernah mencoba game berbasis cloud dan 80 persen di antaranya memiliki pengalaman positif, baru 27 persen gamer yang menggunakannya secara rutin atau intensif. Meski begitu, pendapatan game cloud diperkirakan melonjak dari sekitar USD1,4 miliar pada 2025 menjadi USD18,3 miliar pada 2030, dengan jumlah pengguna melampaui 50 juta orang.

Revolusi distribusi: App Store semakin terbuka

mobile gaming (unsplash.com/SCREEN POST)

Seiring perkembangan regulasi, developers—terutama di segmen mobile—memiliki peluang baru untuk mendistribusikan dan memonetisasi game melalui app store alternatif. Laporan BCG memperkirakan pembelian dalam aplikasi (in-app purchases) mobile pada 2025 akan mendekati USD130 miliar, hampir setengah dari total pendapatan industri game global. Saat ini, sepertiga orang dewasa dan 40 persen remaja sudah pernah bertransaksi melalui web app store milik developers.

“Dalam lima tahun ke depan, kami memperkirakan lonjakan besar konten dan pemain game baru,” ujar Ernesto Pagano, Managing Director dan Senior Partner BCG, dan salah satu penulis laporan ini. “Game berbasis cloud, UGC, AI, dan keterbukaan app store akan mengubah cara game dikembangkan dan didistribusikan. Pemain akan menuntut lebih banyak hal—pengalaman yang baru, komunitas yang hidup, dan kebebasan bermain lintas perangkat di mana pun mereka berada. Studio yang mampu memanfaatkan momentum perubahan ini berpeluang membentuk masa depan industri game”. (WEB)

Editorial Team