Jakarta, FORTUNE – Panggung ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara (SEA) hingga Kaukasus dan Asia Tengah (CCA) tengah mengalami eskalasi tajam. Hingga penghujung 2025, platform TikTok Live mencatatkan pertumbuhan tinggi dengan merangkul lebih dari 100 juta kreator. Angka ini merepresentasikan lonjakan populasi kreator sebesar 77 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Lebih dari separuh penghuni baru ekosistem ini merupakan para pendatang baru yang pertama kali menjajal fitur siaran langsung.
Livestream Operations Manager TikTok LIVE Indonesia, Michael Tan, menyatakan fitur ini bukan sekadar hiburan, melainkan katalisator kreativitas yang mampu menembus sekat geografis.
“Kami berharap pencapaian ini juga dapat menginspirasi talenta musik lokal lainnya untuk ikut mempromosikan karya, membangun komunitas, serta menjangkau audiens global secara real-time bersama TikTok Live,” ujar Michael dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/4).
Salah satu representasi keberhasilan ekosistem ini adalah Cece Caramel (@cece_caramel). Musisi asal Indonesia ini adalah bukti sahih bagaimana panggung virtual mampu memberdayakan talenta lokal ke kancah global.
Cece, yang pernah berprestasi pada ajang Gimme The Mic 2024 dan Music on Stage 2025, merambah pasar internasional dengan meluncurkan mini album hasil produksi Korea Selatan.
Langkah Cece didukung penuh oleh integrasi TikTok Live dan SoundOn—platform promosi dan distribusi musik milik raksasa teknologi tersebut.
“Musik merupakan bagian penting dari ekosistem TikTok Live yang terus berkembang berkat kontribusi kreator seperti Cece,” kata Michael.
Skala bisnis ini kian tampak nyata jika melongok angka partisipasi komunitasnya. Siaran langsung di kawasan Asia ini memproduksi lebih dari 134 miliar komentar. Tak hanya itu, fitur Multi-Guest telah melibatkan hingga 1,1 miliar audiens. Angka-angka fantastis ini kian mengukuhkan peran vital ekosistem kreator dalam memutar roda ekonomi live yang terus menggeliat.
