Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Tancap Gas di Eropa, TikTok Siapkan Data Center Rp19,8 Triliun

Tancap Gas di Eropa, TikTok Siapkan Data Center Rp19,8 Triliun
potret logo TikTok (pexels.com/greenwish_)

Jakarta, FORTUNE - TikTok menambah komitmen investasinya di Eropa. Perusahaan tersebut berencana menanamkan dana jumbo untuk menghadirkan fasilitas penyimpanan data baru.

TikTok berencana mendirikan pusat data (data center) keduanya di Finlandia dengan nilai investasi sekitar EUR1 miliar, atau setara Rp19,85 triliun, dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Melansir CNA (8/4), pengumuman investasi ini muncul di tengah tekanan dari sejumlah negara Eropa kepada perusahaan media sosial agar lebih serius melindungi anak-anak dari potensi kecanduan yang dipicu algoritma platform digital.

TikTok menyampaikan bahwa dana EUR1 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pusat data dengan kapasitas awal 50 megawatt (MW) serta potensi kapasitas maksimum hingga 128 MW. Lokasinya berada di Lahti, wilayah selatan Finlandia.

Menurut laporan Reuters, proyek ini merupakan bagian dari inisiatif kedaulatan data Eropa senilai EUR12 miliar yang bertujuan memberikan perlindungan lebih kuat terhadap data lebih dari 200 juta pengguna di kawasan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Finlandia memang menjadi tujuan favorit pembangunan pusat data global. Sejumlah raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google turut menempatkan investasinya di negara tersebut untuk menekan biaya energi sekaligus memenuhi target pengurangan emisi karbon.

Daya tarik Finlandia terletak pada iklimnya yang dingin, ini membantu efisiensi pendinginan server serta ketersediaan listrik yang relatif murah dan rendah karbon. Selain itu, lingkungan regulasi yang stabil di dalam Uni Eropa juga menjadi pertimbangan penting bagi para pelaku industri teknologi.

Meski Kementerian Pertahanan Finlandia telah memberikan persetujuan terhadap investasi ini pada 2024, sejumlah politisi mengaku belum memperoleh informasi lengkap terkait proyek tersebut.

Menteri Urusan Ekonomi Finlandia saat itu, Wille Rydman, bahkan sempat meminta agar proyek tersebut ditinjau ulang karena kekhawatiran terkait aspek keamanan serta kurangnya transparansi mengenai rencana perusahaan.

“Setidaknya, saya berharap perusahaan pengembang properti ini mempertimbangkan sekali lagi, apakah mereka benar-benar ingin TikTok menjadi tenant-nya,” kata Rydman, mengacu pada mitra lokal yang bekerja sama dengan TikTok.

Saat ini TikTok menyebut data pengguna di kawasan Eropa disimpan dengan sistem keamanan yang telah diperkuat di tiga pusat data, yakni di Norwegia, Irlandia, dan Amerika Serikat.

Adapun pusat data pertama TikTok di Finlandia yang berlokasi di Kouvola dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini, sementara fasilitas kedua ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Tech

See More

Tancap Gas di Eropa, TikTok Siapkan Data Center Rp19,8 Triliun

09 Apr 2026, 23:00 WIBTech