Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Tim Cook Mundur, John Ternus Ditunjuk Pimpin Apple

Tim Cook Mundur, John Ternus Ditunjuk Pimpin Apple
CEO Apple, Tim Cook. (apple.com)

Jakarta, FORTUNE - Apple memasuki babak baru kepemimpinan setelah Tim Cook resmi mengundurkan diri dari posisi Chief Executive Officer (CEO) usai hampir 15 tahun memimpin perusahaan teknologi tersebut.

Dalam pengumuman pada Senin (20/4) waktu setempat, Apple menunjuk John Ternus sebagai CEO baru yang akan efektif menjabat mulai 1 September 2026. Sementara itu, Cook akan tetap berada di perusahaan sebagai ketua eksekutif (Executive Chairman).

"Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan yang luar biasa ini. Saya mencintai Apple dengan sepenuh hati," kata Cook dalam siaran persnya, Senin (20/4), mengutip The Guardian.

Cook akan tetap menjalankan perannya sebagai CEO hingga masa transisi selesai, termasuk mendampingi Ternus serta terlibat dalam sejumlah fungsi strategis perusahaan, seperti hubungan dengan pembuat kebijakan global.

Cook memimpin Apple sejak 2011, menggantikan pendiri Steve Jobs. Di bawah kepemimpinannya, Apple mengalami ekspansi signifikan, baik dari sisi bisnis maupun valuasi. Laba tahunan perusahaan menembus US$100 miliar, sementara kapitalisasi pasar melonjak dari sekitar US$350 miliar menjadi lebih dari US$4 triliun.

Sejumlah produk dan layanan utama juga lahir di era Cook, mulai dari Apple Watch, AirPods, hingga layanan digital seperti Apple Music dan Apple TV+.

Di sisi lain, Ternus yang ditunjuk sebagai penerus dinilai sebagai sosok internal paling kuat untuk melanjutkan kepemimpinan perusahaan. Ia telah bergabung dengan Apple sejak 2001 dan sebelumnya menjabat sebagai kepala teknik perangkat keras.

Melansir BBC, penunjukan pemimpin yang berasal dari latar belakang produk dan perangkat keras dinilai dapat membuka peluang bagi Apple untuk menjawab kritik yang selama ini diarahkan pada masa kepemimpinan Tim Cook, yakni kurangnya inovasi produk.

Meski Cook berhasil mendorong lonjakan laba tahunan Apple hingga empat kali lipat serta memperluas distribusi produk ke pasar global, lini produk perusahaan dinilai relatif tidak banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Analis utama Forrester, Dipanjan Chatterjee, mengapresiasi stabilitas finansial yang dibangun Cook, namun menilai Apple belum menghadirkan produk revolusioner setara iPhone yang dapat menopang pertumbuhan jangka panjang.

Ia menyebut Apple “masih bergantung secara struktural pada iPhone” seiring perusahaan tersebut “mencari mesin pertumbuhan berikutnya.”

Menurutnya, penunjukan John Ternus mencerminkan upaya Apple untuk mencari diferensiasi baru dalam pengembangan produk.

Chatterjee menambahkan bahwa pemimpin baru tersebut “must resist the temptation of incrementalism that has plagued Apple of late and escape the iPhone's gravitational pull”.

Pandangan serupa disampaikan Managing Director DA Davidson & Co, Gil Luria, yang menilai latar belakang Ternus di bidang perangkat keras menjadi sinyal bahwa Apple akan lebih agresif dalam mengembangkan produk baru.

Ia menilai perusahaan kemungkinan akan meningkatkan fokus pada inovasi perangkat seperti ponsel lipat maupun wearable device, termasuk kacamata pintar.

Sepanjang kariernya, Ternus terlibat dalam pengembangan berbagai produk utama Apple, termasuk iPhone, iPad, hingga transisi komputer Mac ke chip silikon buatan sendiri. Ia juga pernah bekerja langsung di bawah Steve Jobs dan menjadikan Cook sebagai mentornya.

"Saya merasa terhormat untuk mengambil peran ini, dan saya berjanji akan memimpin dengan nilai-nilai dan visi yang telah mendefinisikan tempat istimewa ini selama setengah abad," kata Ternus.

Cook pun memberikan dukungan penuh terhadap penunjukan tersebut. Menurutnya, Ternus memiliki kombinasi kepemimpinan dan kemampuan teknis yang kuat.

"Tanpa ragu, dia adalah orang yang tepat untuk memimpin Apple ke masa depan," kata Cook.

Meski mewarisi perusahaan dengan kinerja solid, Ternus akan menghadapi sejumlah tantangan strategis, termasuk dorongan investor agar Apple lebih agresif dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Selama ini, Apple dinilai belum seagresif pesaingnya dalam memanfaatkan momentum AI, bahkan masih mengandalkan integrasi teknologi pihak ketiga dalam beberapa fitur seperti Siri.

Selain itu, sejumlah produk baru seperti Vision Pro juga belum sepenuhnya mampu mendorong lonjakan permintaan pasar. Dengan transisi kepemimpinan ini, Apple diharapkan tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menjawab tantangan inovasi di tengah persaingan industri teknologi global yang semakin ketat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Tech

See More

Tim Cook Mundur, John Ternus Ditunjuk Pimpin Apple

21 Apr 2026, 10:50 WIBTech