BUSINESS

Sentralisasi Tingkatkan Pendapatan Pupuk Indonesia Hingga Rp165 T

Sentralisasi terbukti meningkatkan penetrasi pasar.

Sentralisasi Tingkatkan Pendapatan Pupuk Indonesia Hingga Rp165 TDok. Pupuk Indonesia
09 January 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Sentralisasi pemasaran yang dilakukan PT Pupuk Indonesia (Persero) berbuah manis.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, mengatakan sentralisasi ini berhasil meningkatkan penetrasi pasar di dalam dan luar negeri untuk produk-produk komersial perusahaan—pupuk maupun nonpupuk—serta mengoptimalkan pendapatan perusahaan dari sektor tersebut. Menurutnya, setelah Pupuk Indonesia melakukan sentralisasi pemasaran pada 2021, kinerja perusahaan itu meningkat signifikan. 

"Kami masih menunggu hasil audit...Pada 2022, kami berhasil mencapai pendapatan sekitar Rp103 triliun dengan laba kurang lebih Rp19 triliun (unaudited), yang mana 65 persen pendapatan berasal dari produk komersil dan nonpupuk," ujar Bakir dalam keterangan tertulis, Senin (9/1).

Dengan sentralisasi pemasaran tersebut, katanya, perusahaan dapat mengoptimalkan penjualan ke sektor komersial, terutama untuk penjualan amoniak dan urea. Dia menyebut penjualan pupuk ke sektor nonsubsidi, khususnya konsumen retail dan korporasi, tahun lalu mencapai 4,08 juta ton atau 101 persen dari target, dan penjualan produk nonpupuk mencapai 1,45 juta ton atau 130 persen dari target. 

"Perlu kami tekankan, hal ini bisa kami lakukan dengan tetap memprioritaskan pasokan dalam negeri, baik kebutuhan pupuk bersubsidi maupun pupuk nonsubsidi atau produk-produk komersil," ujar Bakir. 

Sentralisasi telah berjalan 2,5 tahun

Sementara itu, Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Darmin Nasution, menilai sentralisasi pada Pupuk Indonesia telah berjalan hampir 2,5 tahun. Menurutnya sentralisasi yang dilaksanakan telah sejalan dengan strategi perusahaan yang diamanatkan oleh Pemegang Saham.

Darmin menyebut upaya sentralisasi telah membawa kemajuan yang signifikan bagi Pupuk Indonesia sebagai perusahaan nasional. Salah satunya mendorong transformasi perusahaan dalam rangka restrukturisasi subsidi industri pupuk.

“Salah satu fungsi yang dioptimalisasi adalah pemasaran dan pengadaan, dimana holding mengambil peranan dalam pelaksanaan operasional perusahaan. Hal ini berdampak kepada peningkatan kinerja perusahaan khususnya kinerja penjualan retail dan komersil di tahun 2022,” ujar Darmin.

PKT tunggu arahan pemerintah untuk IPO

Sementara itu, salah satu anak usaha Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim (PKT), masih menunggu arahan pemerintah melantai di bursa atau IPO, yang rencananya berjalan pada 2023.

Terkait dengan adanya opsi-opsi pendanaan, PKT akan sigap menyiapkan seluruh kelengkapan yang diperlukan secara maksimal agar ke depannya instrumen pendanaan yang terpilih dapat berjalan dengan baik.

Jumlah saham PKT yang akan dilepas ke pasar modal belum final, namun pemerintah memperkirakan 10–20 persen.

Dengan IPO tersebut, PKT diharapkan mendapat permodalan untuk sejumlah hal seperti peningkatan kapasitas hingga pengembangan pabrik amoorea. 

Saat ini total kapasitas produksi pupuk PKT 6,5 juta ton per tahun sehingga menjadikannya sebagai anggota Holding Pupuk Indonesia dengan kapasitas terbesar.

Related Topics