BUSINESS

Mau Akuisisi 7 Perusahaan, PANI Minta Izin Rights Issue Rp9,4 Triliun

7 perusahaan yang ditarget merupakan pengembang PIK 2.

Mau Akuisisi 7 Perusahaan, PANI Minta Izin Rights Issue Rp9,4 TriliunWaste Station yang dibangun Rekosistem bersama Amoda di PIK. (dok. AMODA)

by Hendra Friana

10 August 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Pantai Indah Kapuk 2 Tbk (PANI) berencana melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan total nilai transaksi Rp9.407.268.750.000 (Rp9,407 triliun).

Dana untuk pelaksanaan rencana transaksi akan berasal dari PMHMETD II, dengan perseroan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 8.000.000.000 lembar yang nilai nominalnya Rp100 per saham.

Dana yang digalang dari transaksi tersebut rencananya akan digunakan untuk mengakuisisi tujuh perusahaan untuk memperluas skala proyek PIK 2 serta menciptakan sinergi bisnis yang optimal. 

"Dikarenakan perusahaan target merupakan pengembang PIK 2 yang memiliki proyek di kawasan yang sama dengan lokasi proyek perseroan,tentunya hal ini merupakan kesempatan yang baik untuk mendukung pertumbuhan pendapatan perseroan ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan," demikian laporan perseroan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (10/8).

Lebih lanjut, perusahaan tersebut menjelaskan bahwa penyertaan 1.435.000 saham baru akan dikeluarkan oleh PT Bumindo Mekar Wibawa (BMW) atau setara dengan 93,49 persen kepemilikan saham dalam BMW, dengan nilai transaksi Rp1.269.975.000.000 (Rp1,269 triliun).

Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan oleh BMW untuk tujuan pembayaran utang kepada pihak afiliasi sebesar Rp1.259.713.009 ribu dan sisa dana Rp10.261.991 ribu akan digunakan untuk modal kerja.

Kedua, 296.000 saham baru yang akan dikeluarkan oleh PT Cahaya Inti Sentosa (CISN) atau setara dengan 99,80 persen kepemilikan saham dalam CISN, dengan nilai transaksi Rp4.158.800.000.00 (Rp4,158 triliun).

Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan oleh CISN untuk tujuan pembayaran utang kepada pihak afiliasi sebesar Rp4.157.592.998.000 dan sisa dana Rp1.207.002.000 akan digunakan oleh CISN untuk modal kerja.

Ketiga, 655.000 saham baru akan dikeluarkan oleh PT Jaya Indah Sentosa (JIS)—setara dengan 92,91 persen kepemilikan saham dalam JIS, dengan nilai transaksi Rp1.277.250.000.000 (Rp1,277 triliun). 

Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan oleh JIS untuk tujuan pembayaran utang kepada pihak afiliasi sebesar Rp1.271.270.302.000 dan sisa dana Rp5.979.698.000 akan digunakan oleh JIS untuk modal kerja. 

Selanjutnya, 18.600.000 saham baru akan dikeluarkan oleh PT Kemilau Karya Utama (KKU). Jumlah tersebut setara dengan 97,25 persen kepemilikan saham dalam KKU, dengan nilai transaksi Rp390.600.000.000 (Rp390 miliar). 

Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan oleh KKU untuk tujuan pembayaran utang kepada pihak afiliasi sebesar Rp388.666.658 ribu dan sisa dana Rp1.933.342.000 akan digunakan oleh KKU untuk modal kerja.

Kelima, 70.250 saham baru yang akan dikeluarkan oleh KUS atau setara dengan 99,15 persen kepemilikan saham dalam KUS, dengan nilai transaksi Rp1.656.143.750.000.

Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan oleh KUS untuk tujuan pembayaran utang kepada pihak afiliasi sebesar Rp1.650.410.972.000 dan sisa dana Rp5.733.028.000 akan digunakan oleh KUS untuk modal kerja.

Keenam, 500.000 saham baru yang akan dikeluarkan oleh SCU atau setara dengan 90,91 persen kepemilikan saham dalam SCU, dengan nilai transaksi Rp312.500.000 ribu. Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan oleh SCU untuk tujuan pembayaran utang kepada pihak afiliasi dan pihak ketiga masing-masing Rp228.387.527.000 dan Rp72.084.000.000, dan sisa dana Rp12.028.473.000 akan digunakan oleh SCU untuk modal kerja 

Terakhir, 950.000 saham baru yang akan dikeluarkan oleh SHM atau setara dengan 90,48 persen kepemilikan saham dalam SHM, dengan nilai transaksi Rp342 miliar.

Dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru akan digunakan oleh SHM untuk tujuan pembayaran utang kepada pihak afiliasi dan pihak ketiga masing-masing Rp150.995.134.000 dan Rp181.219.000.000 dan sisa dana Rp9.785.866.000 akan digunakan oleh SHM untuk modal kerja. 

Sehubungan dengan PMHMETD II, perseroan akan memintakan persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPSLB yang rencananya akan diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 15 September 2023, demikian keterangan perusahaan.

Tanggal-tanggal penting 

Berikut jadwal rencana rights issue tersebut:

  1. Pemberitahuan mata acara RUPSLB kepada OJK: Rabu 2 Agustus 2023
  2. Pengumuman RUPSLB pada situs web KSEI, situs web BEI dan situs web Perseroan: Rabu 9 Agustus 2023
  3. Pengumuman keterbukaan informasi sehubungan dengan rencana PMHMETD II dan keterbukaan informasi atas transaksi material dan transaksi afiliasi melalui situs web BEI dan situs web perseroan: Rabu 9 Agustus 2023
  4. Penutupan pencatatan dalam daftar pemegang saham (recording date): Rabu 23 Agustus 2023
  5. Pemanggilan RUPSLB pada situs web KSEI, situs web BEI dan situs web perseroan: Kamis 24 Agustus 2023
  6. Penyelenggaraan RUPSLB: Jumat 15 September 2023
  7. Pengumuman hasil RUPSLB pada situs web KSEI, situs web BEI dan situs web perseroan :Selasa 19 September 2023 

Berdasarkan POJK No. 32/2015, dalam hal rencana PHMETD II tidak memperoleh persetujuan RUPS, maka rencana PMHMETD II dapat dimintakan persetujuan RUPS kembali paling singkat 12 (dua belas) bulan setelah pelaksanaan RUPSLB yang tidak menyetujui rencana PHMETD II tersebut.