Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Generasi Ketiga Kapal Api dan Misi Merawat Warisan Keluarga
Christeven Mergonoto, Chief Marketing Officer (CMO) Kapal Api Group sebagai generasi ketiga yang turut menjaga warisan tetap dapat berkembang. (Dok. Fortune Indonesia)
  • Christeven melanjutkan misi keluarga menjaga kualitas dan inovasi sejak transformasi dari usaha rumahan.

  • Kapal Api menerapkan strategi pemasaran yang dekat dengan konsumen melalui sponsor olahraga dan riset pasar langsung.

  • Dengan segmentasi merek seperti Kapal Api, Kopi ABC, dan Good Day, perusahaan memperluas pasar hingga Timur Tengah dan menargetkan ekspansi ke Filipina serta penguatan di wilayah Sumatra.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Takhta pasar kopi di Indonesia masih kokoh didekap Kapal Api Group. Di tangan generasi ketiga, jenama legendaris ini tidak sekadar menjaga aroma warisan, melainkan memacu ekspansi dengan jurus agresif. Christeven Mergonoto, sang chief marketing officer, menegaskan bahwa kejayaan lintas generasi ini adalah buah dari keberanian mengambil risiko dan inovasi yang tiada henti.

Perjalanan dari industri rumahan menuju raksasa kopi dimulai dari kenekatan generasi kedua. Soedomo Mergonoto, ayah Christeven, sempat bertaruh dengan memboyong mesin penggoreng kopi mutakhir dari Jerman. Padahal, kala itu investasi tersebut tergolong amat mahal bagi kantong perusahaan.

“Itu kami berutang. Tapi kualitas kopi meningkat, dan orang mulai suka dengan Kapal Api,” ujar Christeven saat ditemui di Surabaya.

Kapal Api juga tercatat sebagai pionir yang mengadu peruntungan lewat iklan televisi pada dekade 1970-an. Dengan menggandeng pelawak Paimo dari grup Srimulat, merek ini berhasil menggusur dominasi pemain lama seperti Kopi Ayam Merak di pasar Jakarta. Ekspansi pun kian mulus setelah nama Kapal Api meroket di layar kaca dan dikenal luas oleh masyarakat.

Namun, kemasyhuran tanpa mutu adalah omong kosong. Guna menjamin cita rasa tetap ajek, perusahaan menguasai hulu dengan mengelola 1.000 hektare kebun kopi di Toraja, Sulawesi Selatan, melalui PT Sulotco Jaya Abadi. Dari lahan ini, biji kopi arabika premium dipanen untuk memenuhi pasar ekspor dan memperkuat lini produk internal seperti Excelso Kalosi Toraja.

Strategi pasar pun digarap dengan perhitungan matang melalui segmentasi produk yang presisi. Kapal Api menyasar kaum profesional, sementara Kopi ABC dan Good Day masing-masing membidik first jobber serta kelompok pelajar. Di kancah internasional, taji perusahaan makin tajam. Kapal Api memimpin pasar Malaysia, sedangkan Good Day menduduki posisi puncak untuk cappuccino instan di Yordania, Irak, dan Iran.

Tak hanya mengandalkan laporan di atas meja, manajemen tetap memegang teguh tradisi turun ke lapangan. Dari sponsor klub sepak bola Persebaya hingga turnamen badminton Indonesia Open, perusahaan terus membangun ikatan emosional dengan konsumen.

Kini, Sumatra dan Filipina masuk dalam radar ekspansi berikutnya. Bagi Christeven, pantang bagi perusahaan untuk terbuai kesuksesan masa lalu.

“Kalau kita terjebak di zona nyaman, inovasi berhenti. Kita harus agresif, tetap turun ke pasar, dan memahami apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Editorial Team