Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil JBS Group, Mitra Danantara dalam Investasi 2,5 Miliar Dolar AS
JBS Group (jbs.com.br)
  • JBS Group merupakan perusahaan pangan asal Brasil dengan sejarah lebih dari 70 tahun dan operasi di lebih dari 180 negara.

  • Danantara menanamkan 2,5 miliar dolar AS untuk memperoleh 25 persen kepemilikan pada JV JBS di Australia dan Selandia Baru.

  • JV tersebut berpotensi menghimpun total modal hingga US$5 miliar untuk ekspansi dan investasi di sejumlah negara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) menjalin kemitraan strategis dengan JBS Group, perusahaan pengolahan daging asal Brasil yang terbesar di dunia. Melalui kemitraan ini, Danantara menginvestasikan US$2,5 miliar atau sekitar Rp44,5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.813 per dolar AS.

Investasi tersebut memberi Danantara 25 persen kepemilikan pada perusahaan patungan yang mengelola bisnis JBS di Australia dan Selandia Baru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Danantara untuk menggandeng operator global sekaligus mengembangkan ekosistem protein nasional.

Lantas, seperti apa profil JBS Group dan seberapa besar skala bisnisnya?

JBS Group berdiri lebih dari 70 tahun

JBS Group adalah perusahaan multinasional yang bergerak di industri pangan dan protein. Berdasarkan informasi pada laman resminya, perusahaan tersebut sudah berusia lebih dari 70 tahun.

Cikal bakal JBS dimulai pada 1953 ketika José Batista Sobrinho atau Zé Mineiro membuka Casa de Carnes Mineira di Anápolis, Brasil. Bisnis tersebut kemudian berkembang melalui ekspansi fasilitas pengolahan dan pembentukan merek Friboi pada 1970.

JBS mulai memperluas bisnis ke pasar internasional pada 2005 melalui akuisisi operasi Swift Armour di Argentina. Pada 2007, perusahaan melakukan IPO di bursa Brasil sekaligus mengakuisisi Swift di Amerika Serikat dan Australia.

Ekspansi berlanjut melalui sejumlah akuisisi di Amerika Serikat, Australia, Eropa, dan negara lainnya. Pada 2013, JBS mengakuisisi Seara dan memperkuat bisnisnya di sektor unggas, daging babi, serta makanan olahan di Brasil.

Memiliki lebih dari 250 unit global

Saat ini, JBS Group mengoperasikan lebih dari 250 unit di berbagai negara. Produk perusahaan juga telah dipasarkan di lebih dari 180 negara.

Skala tenaga kerja JBS Group mencapai lebih dari 280.000 orang secara global. Di Brasil sendiri, JBS memiliki sekitar 158.000 pekerja yang tersebar di lebih dari 137 fasilitas, kantor, pusat distribusi, dan gerai Swift.

Portofolio produknya mencakup daging segar dan beku hingga makanan siap saji. Produk tersebut dipasarkan melalui berbagai merek yang dikembangkan JBS di sejumlah pasar.

Diversifikasi bisnis JBS Group

Di Brasil, beberapa lini bisnis yang dijalankan JBS mencakup Friboi, Seara, Swift, JBS Leather, JBS New Businesses, JBS Terminais, dan JBS Biotech. JBS juga menjalankan sejumlah bisnis yang berkaitan dengan rantai pasok industri protein.

Diversifikasi bisnisnya mencakup pengolahan kulit, biodiesel, kolagen, natural casings, kemasan logam, transportasi, serta pengelolaan dan daur ulang limbah. JBS juga mengembangkan sejumlah solusi yang dikaitkan dengan aspek keberlanjutan dalam operasionalnya.

JBS menjadi mitra Danantara

Kemitraan Danantara dan JBS memiliki nilai investasi awal 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp44,5 triliun (kurs Rp17.813). Struktur JV tersebut juga memungkinkan tambahan pembiayaan hingga 2,5 miliar dolar AS, sehingga total modal dapat mencapai 5 miliar dolar AS atau setara Rp89 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung akuisisi dan investasi greenfield di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, serta Selandia Baru. Bagi Danantara, kerja sama ini juga memberikan akses terhadap ekosistem bisnis JBS di pasar yang telah berkembang.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan kemitraan itu diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman dan jaringan distribusi JBS untuk mendukung pengembangan sektor protein Indonesia.

"Selain mendapatkan akses terhadap ekosistem bisnis yang telah mapan di pasar internasional yang maju, kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman sekaligus jalur distribusi dari perusahaan protein global terkemuka yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan jangka panjang sektor protein Indonesia," ujar Pandu dalam siaran pers, Jumat (7/8).

Sementara itu, Global Chief Executive Officer JBS, Gilberto Tomazoni, menyebut kerja sama tersebut sebagai bagian dari strategi pertumbuhan JBS di Asia Tenggara. Ia menyatakan bisnis JBS di Australia dan Selandia Baru memiliki operasional serta standar yang mendukung ekspansi regional.

"Bersama Danantara, kami berada pada posisi yang tepat untuk memperluas kehadiran kami di Indonesia dan Asia Tenggara, memperkuat rantai pasok protein regional, memperluas akses pasar, serta mempercepat pengembangan sektor protein Indonesia," ujar Gilberto.

Transaksi ini masih bergantung pada persetujuan regulator dan penyelesaian kesepakatan antarpihak. Proses tersebut menjadi tahapan yang harus diselesaikan sebelum seluruh transaksi kemitraan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

FAQ seputar profil JBS Group

Apa itu JBS Group?

JBS Group adalah perusahaan makanan multinasional asal Brasil yang memiliki sejarah lebih dari 70 tahun.

Berapa skala operasi JBS?

JBS mengoperasikan lebih dari 250 unit dan memiliki kehadiran komersial di lebih dari 180 negara.

Berapa investasi Danantara di JBS?

Danantara menginvestasikan 2,5 miliar dolar AS untuk memperoleh 25 persen kepemilikan pada JV JBS di Australia dan Selandia Baru.

Apa bisnis utama JBS?

JBS bergerak terutama di sektor protein dan pangan, dengan produk mulai dari daging segar hingga makanan siap saji.

Curated For You

Editorial Team

Related Article