Comscore Tracker
BUSINESS

Diskusi Alih Kendali ke Akulaku, Bank Neo Commerce Menggelar RUPS

Akulaku adalah pemegang saham terbesar Neo Commerce.

Diskusi Alih Kendali ke Akulaku, Bank Neo Commerce Menggelar RUPSAplikasi Bank Neo Commerce. (Shutterstock/farzand01)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) akan menindaklanjuti akuisisi saham oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia (Akulaku) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, Senin (20/9) siang, yang akan membahas dua agenda.

Mengutip keterbukaan informasi perusahaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengizinkan Rencana Pengambilalihan Saham Bank Neo Commerce oleh Akulaku pada 26 Juli 2021. Lalu, perseroan mendapat mandat melanjutkan permintaan itu ke tahap setelahnya.
 

1. Agenda RUPS Luar Biasa Bank Neo Commerce

Persetujuan terhadap pengambilalihan Bank Neo Commerce oleh Akulaku menjadi salah satu agenda RUPS Luar Biasa, beserta rancangan proses akuisisi dan konsep akta pengambilalihan.

Saat ini, Akulaku memegang 1.664.157.909 lembar atau setara 24,98 persen dari jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor. Oleh karena itu, Akulaku kini menyandang status pemegang saham terbesar Bank Neo Commerce.

Langkah dimaksud “mengakibatkan beralihnya pengendalian atas BBYB,” tulis perseroan dalam penjelasan agendanya kepada para pemegang saham. 

Selain itu, RUPS Luar Biasa tersebut juga akan membahas perubahan modal dasar perusahaan, meliputi persetujuan perubahan anggaran dasar sesuai PP No. 8/2021 dan tujuan perubahannya.

2. Perincian Rancangan Akuisisi Saham Neo Commerce

Dokumen rancangan akuisisi memuat tentang pihak yang sahamnya akan diambil alih, laporan keuangan tiga tahun terakhir milik Akulaku dan pemilik saham yang diakuisisi, tata cara akuisisi, kesiapan dana, tata cara penyelesaian status.

Ditambah dengan hak dan kewajiban direksi, dewan komisaris, dan karyawan pihak yang akan diambil alih, serta laporan keuangan konsolidasi proforma Akulaku.

3. Tujuan RUPS Luar Biasa Bank Neo Commerce

Guna memenuhi ketentuan pengambilalihan sesuai POJK No. 41/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi dan Konversi Bank Umum, Akulaku membutuhkan keputusan rapat terhadap rencana akuisisi yang disusun bersama dengan Direksi Bank Neo Commerce.

“Serta persetujuan atas rancangan pengambilalihan dan konsep akta pengambilalihan,” tulis Bank Neo Commerce dalam lampiran keterbukaan informasinya.

Related Articles