Jakarta, FORTUNE – PT Home Credit Indonesia (Home Credit) membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal I-2026. Raihan tersebut mencerminkan pertumbuhan 14 persen bila dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disokong oleh langkah strategis perusahaan yang terus menggencarkan ekspansi ke segmen kebutuhan sehari-hari. Layanan tersebut dihadirkan melalui skema pembiayaan tanpa kartu kredit yang dirancang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Guna menjaga ritme pertumbuhan sekaligus mendongkrak performa bisnis ke depan, Home Credit mengoptimalkan partisipasinya dalam ajang pameran akbar Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026. Hajatan ritel terbesar ini berlangsung selama satu bulan penuh pada 11 Juni - 12 Juli 2026.
Chief Sales Officer Home Credit Indonesia, Dolly Susanto, menjelaskan pelaksanaan pameran tahun ini bertepatan dengan momentum libur sekolah yang tengah menyedot perhatian masyarakat.
“Jakarta Fair merupakan salah satu momen ritel tahunan yang paling penting, dan kami ingin setiap pengunjung mengetahui bahwa Home Credit hadir untuk mereka, tidak hanya untuk pembiayaan smartphone, tetapi juga untuk berbagai produk yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari,” ujar Dolly Susanto melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (8/7).
Dalam perhelatan JFK 2026, Home Credit menyediakan fasilitas pembiayaan yang mencakup lini produk sangat beragam. Komoditas yang dapat diakses oleh konsumen di area pameran meliputi smartphone, gawai, perangkat elektronik, mebel, hingga laptop.
Demi memperluas daya jangkau operasionalnya, Home Credit menjalin kemitraan dengan 38 pelaku ritel terkemuka yang tersebar di seluruh zona pameran. Beberapa mitra besar yang terlibat adalah:
Sektor elektronik dan rumah tangga: LG, Sharp, Hitachi, Advance.
Sektor gawai dan teknologi: Digimap, Erafone, iBox, UR, NASA, GTN, Hello, MII, Agres.
Sektor ritel Lainnya: Azko.
