Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Ini Tiga Saran Menginvestasikan THR Melalui Emas

Ini Tiga Saran Menginvestasikan THR Melalui Emas
ilustrasi emas (vecteezy.com/fabregov)
Intinya Sih
  • THR sering habis untuk konsumsi, padahal bisa dialokasikan sebagian untuk investasi emas.

  • Penting menentukan tujuan investasi, memahami jangka waktu, serta memantau harga emas agar hasilnya optimal dan sesuai rencana keuangan.

  • Investasi emas bisa dimulai dari nominal kecil lewat platform digital.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima menjelang Lebaran kerap habis untuk kebutuhan konsumsi. Padahal, sebagian dari dana tersebut bisa dialokasikan untuk investasi guna memperkuat kondisi keuangan di masa depan. 

Bila THR telah tiba, ini saat yang tepat untuk mulai berinvestasi. Salah satunya melalui emas yang sering menjadi pilihan karena relatif stabil dan mudah dipahami.

Apalagi, laporan terbaru World Gold Council mencatat bahwa dua dari tiga orang Indonesia (67 persen) memiliki investasi emas dalam berbagai bentuk.

Namun, sebelum mulai berinvestasi, ada baiknya kita mencatat beberapa saran berikut terkait investasi emas melalui THR.

  1. Tentukan tujuan investasi dan jenis emas

Kiat pertama adalah menanamkan pola pikir bahwa THR bukan uang kaget. Maka, pemanfaatannya pun harus direncanakan dengan cermat. Prinsip sederhana yang bisa diterapkan adalah membagi THR ke dalam beberapa pos, misalnya: 40 persen kebutuhan hari raya, 30 persen tabungan/dana darurat, 20 persen investasi, dan 10 persen sosial atau sedekah.

Dari 20 persen disisihkan untuk investasi, penting untuk menentukan tujuannya, seperti dana darurat, biaya pendidikan, atau persiapan jangka panjang. Dengan tujuan yang jelas, Anda bisa memutuskan jangka waktu, strategi, dan bentuk dan gramasi emas yang dipilih.

Tujuan juga membantu menjaga konsistensi, sehingga emas yang dibeli tidak mudah dicairkan untuk kebutuhan impulsif.

  1. Pahami jangka waktu dan pergerakan harga emas

Meski dikenal sebagai instrumen investasi yang tahan inflasi dan berisiko rendah, harga emas tetap mengalami fluktuasi. Karena itu, Anda perlu memahami karakteristik emas dan memantau pergerakan harganya secara berkala agar bisa mendapatkan keuntungan yang optimal.

Dalam periode di atas lima tahun, secara historis harga emas cenderung menunjukkan tren yang positif.

Perencana keuangan, Melvin Mumpuni, menjelaskan emas pada dasarnya dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang. Dengan demikian, fungsinya tidak hanya untuk mencari keuntungan dari selisih harga, tetapi juga sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Ia menjelaskan, waktu yang tepat untuk menjual emas adalah ketika tujuan keuangan kita sudah tiba waktunya.

"Kalau memang tujuannya ini sudah tercapai misal untuk pendidikan, dan itu memang sudah waktunya jual, ya sudah memang waktunya untuk dijual," kata Melvin pada diskusi “PRIMA Talkshow” di Jakarta.

  1. Mulai investasi emas dari nominal kecil agar konsisten

Investasi emas tidak harus punya modal besar, tapi justru bisa memulai dari nominal kecil. Emas pun dinilai cocok untuk investor pemula sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang yang tahan inflasi.

Apalagi dengan teknologi yang semakin canggih, Anda bisa berinvestasi emas secara digital mulai dari nominal kecil secara bertahap, misalnya melalui berbagai platform digital yang legal dan tepercaya.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More