Jakarta, FORTUNE – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp260 triliun kepada empat juta debitur di seluruh Indonesia periode Januari hingga 21 Oktober 2026, dengan porsi sektor produktif melampaui target pemerintah.
Penyaluran KUR ke sektor produktif—seperti pertanian, perikanan, pengolahan, dan jasa produktif—menyentuh 65,9 persen atau setara Rp170,9 triliun. Sementara itu, target sektor produktif yang ditetapkan pemerintah adalah 65 persen.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan penyaluran pembiayaan bersubsidi ini difokuskan mendorong aktivitas ekonomi berbasis produksi.
"Debitur baru sebanyak 1,6 juta, dan debitur graduasinya 700.000," ujar Maman di Jakarta, Selasa (27/10).
Dalam porsi penyaluran sektor produktif, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membukukan realisasi 68,38 persen. Sektor pertanian dan kehutanan menjadi kontributor terbesar pembiayaannya dengan porsi 42,79 persen dari total penyaluran KUR perseroan periode Januari hingga Agustus 2026.
Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan penyaluran pembiayaan tersebut diarahkan memperkuat produktivitas daerah.
“Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah,” kata Akhmad.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BRI menyalurkan KUR senilai Rp144,59 triliun kepada 2,76 juta debitur, dengan alokasi ke sektor produktif Rp98,86 triliun.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp29,53 triliun hingga akhir Agustus 2026. Angka ini mencapai 72,03 persen dari target pemerintah tahun ini Rp41 triliun, yang tersalurkan kepada 223.284 debitur UMKM.
Komposisi KUR Bank Mandiri mencakup 64,48 persen atau Rp19,04 triliun ke sektor produksi, serta 35,52 persen atau Rp10,48 triliun ke sektor non-produksi.
Penerima sektor produksi meliputi sektor pertanian Rp9,84 triliun (33,32 persen), jasa produksi Rp6,47 triliun (21,92 persen), industri pengolahan Rp2,28 triliun (7,75 persen), dan sektor perikanan Rp424 miliar.
Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, menyoroti keterkaitan antarsektor dalam mendorong bisnis UMKM.
“Bank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan pelaku usaha tidak berdiri sendiri. Ketika petani dapat meningkatkan produktivitas, maka terdapat peluang bagi sektor perdagangan, jasa, pengolahan, hingga distribusi untuk ikut berkembang,” ujar Bayu.
Hingga 31 Agustus 2026, rasio non-performing loan (NPL) KUR Bank Mandiri kurang dari 1 persen. Penambahan debitur baru mencapai 157.839 atau 71,75 persen dari target 220.000 debitur pada 2026, yang menyumbang sekitar 71 persen dari total debitur penerima KUR Bank Mandiri hingga Agustus.
