FINANCE

Citi Indonesia Bukukan Laba Rp1,7 Triliun Ini Penopangnya

Transaksi DHE Citi Indonesia meningkat 3 kali lipat.

Citi Indonesia Bukukan Laba Rp1,7 Triliun Ini PenopangnyaPaparan Kinerja Citibank Indonesia Kuartal III-2023/FortuneIDN Suheriadi
13 November 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) membukukan Laba Bersih sebesar Rp1,7 triliun pada kuartal III- 2023, meningkat sebesar 46 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama ditopang oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih di lini bisnis institutional banking.

“Di Tengah landskap perekonomian global yang saat ini penuh dengan tantangan yang kompleks dan dinamis, serta gejolak yang tengah dihadapi pasar Indonesia, Citi Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan adaptabilitas,” kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi saat paparan kinerja Citi Indonesia di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Senin (13/11).

Pada lini global network banking juga terus membukukan pertumbuhan pendapatan yang kuat sebesar 16 persen di kuartal ketiga tahun 2023. Hal ini tercapai melalui beragam inisiatif, termasuk koridor Asia-ke-Asia dari klien Asia Citi yang berinvestasi di Indonesia, yang mana meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi terbesar dari klien desk China yang meningkat 27 persen dan desk Japan 22 persen.

Selain itu, Citi commercial bank juga membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 22 persen sepanjang kuartal tiga 2023. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari klien-klien multinasional dan solusi manajemen kas. Pertumbuhan ini menjadi bukti kerangka bisnis yang kuat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Kredit Citi Indonesia masih tumbuh 11%

Jajaran Direksi Citi Indonesia pada Paparan Kinerja Semester I-2022/ FORTUNE Suheriadi

Batara menambahkan, penyaluran kredit miliiknya masih tumbuh 11 persen secara year on year (yoy). Kredit tersebut salah satunya ditopang oleh institutional clients group. Seperti diketahui, Citi terus menyediakan layanan dan solusi end-to-end kepada para klien perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik.

Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat stabil di 3 persen dan perusahaan terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nilai kredit yang sebagaimana tercermin dalam rasio NPL net sebesar 0,3 persen.

Sementara itu, total Aset Citi Indonesia meningkat sebesar 4,8 persen secara year-on-year menjadi Rp99 triliun. Hal itu didorong oleh  Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR) Citi Indonesia tetap kuat di 265 persen dan 129 persen, di atas ketentuan minimum. Citi Indonesia juga memiliki modal yang kuat dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 30,5 persen.

Transaksi DHE Citi Indonesia meningkat 3 kali lipat

ilustrasi : uang
Pixabay/Geralt

Related Topics