Comscore Tracker
FINANCE

Kredit Himbara Tumbuh Kuat, Siapa yang Paling Piawai Tekan NPL? 

Kredit Bank Mandiri tumbuh 8,93%, namun NPL ditekan 2,66%

Kredit Himbara Tumbuh Kuat, Siapa yang Paling Piawai Tekan NPL? Dirut HIMBARA

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Sejumlah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mencatatkan penyaluran kredit yang cukup moncer. Namun demikian, perbankan dinilai harus tetap mewaspadai rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). 

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyatakan, perbankan nasional harus tetap mengantisipasi sejumlah tantangan, salah satunya pemberhentian aturan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 pada Maret 2023 mendatang. 

"Sementara belum tentu semua debitur yang diberikan fasilitas restruk kredit itu mampu mengembalikan pinjamannya jadi sebenarnya masih ada resiko NPL dari debitur yang tidak sanggup melakukan pembayaran cicilan dan bunga meskipun sudah diberi perpanjangan atau relaksasi pinjaman," kata Bhima kepada Fortune Indonesia di Jakarta, Jumat (29/4). 

Selain itu, tantangan lain yang masih membayangi ialah tingkat suku bunga yang diperkirakan pada tren meningkat, serta pemilihan debitur di tengah kebijakan larangan ekspor CPO yang dikhawatirkan bakal mengganggu NPL. 

"Harus diperhatikan efeknya terhadap kemampuan bayar dari debitur," kata Bhima. 

Dengan demikian, siapakah bank yang mampu menekan NPL hingga level terendah pada kinerja kuartal I-2022? 

NPL Bank mandiri capai 2,66%

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang secara konsolidasi sebesar 8,93 persen (yoy) mencapai Rp1.072,9 triliun pada kuartal I 2022. 

Pertumbuhan kredit ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 6,65 persen (yoy). Meski demikian, bank pita emas ini mampu menekan NPL yang tercatat terus membaik dan lebih rendah dari bank Himbara lain. 

"NPL gross secara konsolidasi mampu dijaga pada level rendah 2,66 persen per Maret 2022, menurun 49 basis poin (bps) dari posisi yang sama tahun sebelumnya," jelas Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi saat konfrensi pers di Jakarta (27/4).   

NPL BRI capai 3,09%

Sementara itu, NPL PT Bank Rayat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) secara konsolidasian yang tercatat sebesar 3,09 persen pada akhir Maret 2022. Angka ini tercatat menurun 21 bps apabila dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 3,30 persen. 

Untuk pertumbuhan kredit BRI juga tercatat tumbuh 7,43 persen (yoy) mencapai Rp1.075,93 triliun. Kredit UMKM menopang sebagian besar pertumbuhan kredit.  

NPL BNI capai 3,5%

Total baki kredit yang disalurkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sepanjang kuartal pertama 2022 juga mampu tumbuh 5,8 persen (yoy) menjadi Rp591,68 triliun.  

Meski demikian, rasio kredit bermasalah atau NPL BNI yang terus bergerak membaik dan ditekan 60 basis poin ke posisi 3,5 persen dari periode sama tahun lalu yang 4,1 persen. Meski demikian, Bank Mandiri masih mencatatkan level NPL terendah. 

NPL BTN capai 3,6%

Pada kuartal I-2022, bank yang fokus pada perumahan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mampu menjaga NPL Gross di level 3,6 persen, lebih rendah dari sebelumnya di level 4,25 persen. 

Sedangkan dari sisi penyaluran kredit, BTN berhasil menyalurkan senilai Rp277,13 triliun meningkat 6,04 persen (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp261,34 triliun.  

Related Articles