FINANCE

Terkontraksi Tipis, Manulife Kantongi Pendapatan Premi Rp9,5 Triliun

Manulife bayarkan klaim Rp7,9 triliun.

Terkontraksi Tipis, Manulife Kantongi Pendapatan Premi Rp9,5 TriliunIlustrasi Manulife Indonesia/Dok Manulife Indonesia
28 May 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife) mengantongi Pendapatan Premi bersih senilai Rp9,5 triliun di sepanjang tahun 2023, posisi itu terkontraksi 5 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp10 triliun.

"Pada tahun 2023, Manulife Indonesia berfokus untuk memperkuat kemampuan distribusi dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah, dan juga senantiasa memastikan bahwa kami menjalankan bisnis sesuai dengan peraturan,” kata Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (28/5).

Meski demikian, kondisi itu menopang raihan laba komprehensif dari Manulife yang mencapai lebih dari Rp1,3 triliun, atau melesat naik signifikan sebesar 225 persen dibandingkan dengan Rp407 miliar di tahun 2022.

Manulife bayarkan klaim Rp7,9 triliun

Shutterstock/Yu Chun Christopher Wong

Di sisi lain, Manulife juga telah membayarkan klaim senilai Rp7,9 triliun kepada kurang lebih 21.000 nasabah, atau setara dengan Rp21,6 miliar per hari atau Rp899 juta per jam. 

Ia menyebut, pembayaran klaim yang besar ini menunjukkan dedikasi Manulife untuk memberikan  perlindungan kepada nasabah, sehingga nasabah dapat mengambil keputusan dengan lebih mudah dan  menjalani kehidupan yang lebih baik. 

Dengan demikian, Manulife masih mencatatkan rasio Risk-Based Capital (RBC) sebesar 676 persen, secara signifikan melebihi persyaratan peraturan pemerintah sebesar 120 persen dan meningkat dari 587 persen pada tahun 2022. 

Di segmen lain, Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), masih menunjukkan ketangguhannya di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. CEO & Presiden Direktur MAMI, Afifa mengatakan, di tengah kenaikan suku bunga global yang berdampak pada pasar keuangan global dan domestik, MAMI tetap menjadi manajer investasi terbesar di Indonesia dengan total dana kelolaan sebesar Rp101,6 triliun.

Related Topics