Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
X-GOLF Jajaki Pasar Indonesia, Bidik Pasar Golf Berbasis Teknologi
Failitas X-GOLF/Dok. X-GOLF

Jakarta, FORTUNE - Ekspansi pengembang simulator golf olahraga berbasis teknologi kian menyasar pasar Indonesia. Kali ini, X-GOLF resmi membuka gerai pertamanya di Tanah Air melalui kehadiran di Pollux Mall Cikarang, menandai langkah awal penetrasi perusahaan dalam segmen golf premium dan hiburan modern. Peresmian fasilitas simulasi golf dalam ruangan tersebut mempertegas tren baru di industri leisure, di mana teknologi dan olahraga beririsan dengan gaya hidup urban.

Dengan mengandalkan sistem presisi tinggi, X-GOLF menghadirkan pengalaman bermain golf yang imersif tanpa bergantung pada lapangan terbuka, sebuah konsep yang semakin diminati di kota-kota dengan keterbatasan ruang. Perwakilan X-GOLF, Choi Song Hwan, menyampaikan optimisme terhadap prospek pasar domestik. Ia menilai transformasi ekonomi turut mendorong perubahan preferensi gaya hidup masyarakat.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Seiring perkembangan ekonomi dan gaya hidup, minat terhadap olahraga golf juga meningkat pesat,” ujarnya, dalam keterangan kepada Fortune Indonesia, Selasa (21/4).

Pada fase awal, perusahaan akan menitikberatkan pengembangan pada edukasi dan pelatihan sebagai fondasi pasar. Strategi ini dinilai krusial sebelum memperluas konsep ke ranah sports entertainment yang lebih luas.

“Kami ingin membangun fondasi yang kuat melalui edukasi sebelum menghadirkan konsep sports entertainment yang lebih luas,” kata Choi.

Pemilihan Cikarang sebagai lokasi perdana bukan tanpa alasan. Kawasan industri tersebut dinilai memiliki basis ekspatriat dan profesional dengan daya beli tinggi, sekaligus kebutuhan akan fasilitas rekreasi premium yang praktis. Minimnya fasilitas screen golf di wilayah tersebut justru membuka ruang pertumbuhan baru.

Secara global, X-GOLF bukan pemain baru dalam industri olahraga berbasis teknologi. Berbasis di Korea Selatan, perusahaan ini telah mengembangkan teknologi simulasi golf sejak awal 2000-an, dengan sistem inti yang mulai diperkenalkan sekitar 2005 dan dikenal memiliki tingkat akurasi tinggi. Ekspansi internasionalnya menjangkau berbagai kawasan, mulai dari Asia, Amerika Utara, hingga Timur Tengah dan Australia dengan ratusan lokasi yang menggabungkan fungsi latihan, hiburan, dan kompetisi berbasis digital. Choi mengatakan, langkah masuk ke Indonesia pun mencerminkan strategi agresif perusahaan dalam menangkap peluang di pasar Asia Tenggara yang tengah berkembang.

Di sisi lain, lanskap industri golf nasional juga menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat. Data Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia mencatat terdapat lebih dari 180 lapangan golf aktif di Indonesia, dengan jumlah pemain yang meningkat hingga sekitar 30 persen dalam beberapa tahun terakhir, terutama pasca-pandemi. Pertumbuhan ini didorong oleh tren olahraga outdoor sekaligus meningkatnya minat terhadap golf sebagai bagian dari gaya hidup dan sport tourism di destinasi seperti Bali, Bintan, Batam, hingga Lombok.

Kontribusi ekonomi sektor ini pun semakin signifikan. Sejumlah kajian memperkirakan nilai ekonomi industri golf di Indonesia telah mencapai skala triliunan rupiah per tahun, seiring aktivitas yang berlangsung di ratusan lapangan golf dan keterkaitannya dengan sektor pariwisata, hospitality, serta gaya hidup. Studi di Batam sebagai salah satu hub golf tourism bahkan mencatat perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp1,74 triliun pada 2025, mencerminkan besarnya efek berganda terhadap ekonomi daerah, mulai dari perhotelan hingga UMKM.

Dalam konteks tersebut, kehadiran X-GOLF tidak hanya menawarkan alternatif bermain golf, tetapi juga menangkap pergeseran pola konsumsi menuju pengalaman olahraga yang lebih fleksibel, berbasis teknologi, dan terintegrasi dengan gaya hidup urban. Apalagi, di kota-kota besar seperti Jakarta dan kawasan penyangganya, golf kini semakin berkembang sebagai medium networking bisnis selain aktivitas rekreasi.

"Ke depan, X-GOLF berencana memperluas jaringan ke sejumlah kota besar secara bertahap," kata Choi.

Dengan mengusung perpaduan teknologi, edukasi, dan hiburan, perusahaan turut mengembangkan ekosistem dalam olahraga golf di Indonesia. Kehadiran fasilitas ini sekaligus mencerminkan pergeseran tren rekreasi di Indonesia, di mana olahraga berbasis teknologi semakin diminati sebagai alternatif hiburan modern, terutama di kawasan urban dan industri dengan mobilitas tinggi.

Perwakilan X-GOLF, Choi Song Hwan/Dok. X-GOLF

Editorial Team