Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Daftar 34 Saham Milik BPJS Ketenagakerjaan Terungkap, BMRI hingga JSMR
BPJS Ketenagakerjaan (bpjsketenagakerjaan.go.id)
  • KSEI dan BEI kini membuka data pemegang saham perusahaan tercatat dengan kepemilikan di atas 1 persen.

  • BPJS Ketenagakerjaan memiliki kepemilikan lebih dari 1 persen pada 34 saham di Bursa Efek Indonesia.

  • Investasi saham merupakan bagian dari strategi pengelolaan Dana Jaminan Sosial untuk mendukung pembayaran manfaat peserta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Daftar 34 saham yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan mulai terungkap setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membuka data kepemilikan saham investor di atas 1 persen kepada publik.

Informasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan baru untuk meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat.

KSEI mencatat data kepemilikan tersebut per 27 Februari 2026. Dengan publikasi ini, masyarakat dapat melihat saham-saham yang dimiliki investor institusional, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, yang selama ini hanya diketahui secara terbatas melalui laporan berkala.

Kebijakan buka data pemegang saham di atas 1 persen

Kebijakan keterbukaan data tersebut merujuk pada Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjuk BEI dan KSEI sebagai penyedia informasi kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa data pemegang saham kini bisa diakses publik melalui situs resmi bursa.

“Per sore ini, saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1 persen sudah bisa diakses oleh publik di situs web IDX,” ujar Jeffrey di Jakarta, Selasa (3/3).

Sebelumnya, data yang tersedia untuk publik hanya mencakup pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5 persen. Dengan aturan baru tersebut, informasi kepemilikan saham menjadi lebih rinci karena mencakup investor yang memiliki lebih dari 1 persen saham.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyebutkan bahwa publikasi data tersebut juga merupakan bagian dari upaya peningkatan transparansi pasar modal.

“Kalau tadinya di bursa itu pengumuman di atas 5 persen, sekarang pengumumannya adalah pemegang saham di atas 1 persen,” ujar Samsul.

Portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan menempatkan sebagian dana kelolaannya pada instrumen saham sebagai bagian dari strategi investasi Dana Jaminan Sosial (DJS). Dana tersebut berasal dari iuran peserta yang kemudian diinvestasikan untuk mendukung pembayaran manfaat jaminan sosial di masa depan.

Hingga Oktober 2025, BPJS Ketenagakerjaan mengelola dana sekitar Rp879,1 triliun. Dari jumlah tersebut, mayoritas investasi ditempatkan pada instrumen obligasi atau surat utang sebesar 70,4 persen.

Sementara itu, porsi investasi di saham mencapai sekitar 8,6 persen dari total portofolio. Nilai tersebut setara sekitar Rp75,6 triliun. Selain investasi langsung di saham, sebagian dana juga ditempatkan melalui reksa dana saham.

Direktur Pengembangan BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan sebelumnya menyebutkan bahwa alokasi investasi di pasar saham berada pada kisaran sekitar 12 persen secara keseluruhan.

“Portofolio saham BPJamsostek sekitar 8 persen yang bersifat langsung dan 4 persen melalui mutual fund,” ujar Edwin.

Investasi saham tersebut ditempatkan dalam portofolio dua program utama, yakni Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Program Jaminan Pensiun (JP). Kedua program tersebut memiliki horizon investasi jangka panjang sehingga penempatan pada saham dinilai dapat memberikan potensi imbal hasil untuk meningkatkan nilai dana kelolaan.

Daftar 34 saham yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan

Berdasarkan data KSEI, BPJS Ketenagakerjaan memiliki kepemilikan saham di atas 1 persen pada 34 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Saham-saham tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, konsumer, energi, hingga infrastruktur.

Berikut daftar saham yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan:

  1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

  2. PT Astra International Tbk (ASII)

  3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

  4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

  5. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

  6. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

  7. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

  8. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

  9. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

  10. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

  11. PT Harum Energy Tbk (HRUM)

  12. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

  13. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

  14. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

  15. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

  16. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

  17. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

  18. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

  19. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

  20. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

  21. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

  22. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

  23. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

  24. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

  25. PT PP (Persero) Tbk (PTPP)

  26. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

  27. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

  28. PT Timah Tbk (TINS)

  29. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

  30. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

  31. PT United Tractors Tbk (UNTR)

  32. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

  33. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

  34. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

Mayoritas saham tersebut berada dalam portofolio Dana Jaminan Sosial program Jaminan Hari Tua. Sebagian lainnya tercatat dalam portofolio investasi program Jaminan Pensiun.

Peran investasi saham dalam pengelolaan Dana Jaminan Sosial

Investasi saham menjadi salah satu instrumen yang digunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk mengembangkan dana peserta. Pengelolaan investasi tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan pembayaran manfaat kepada peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa penerimaan iuran hingga Desember 2025 mencapai Rp113,5 triliun atau meningkat 8 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, pembayaran manfaat klaim tercatat sebesar Rp68,24 triliun atau naik 19,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk 2026, BPJS Ketenagakerjaan memproyeksikan penerimaan iuran mencapai Rp118 triliun, sementara pembayaran manfaat diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp78,4 triliun.

FAQ seputar saham yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan

Mengapa daftar saham BPJS Ketenagakerjaan baru terungkap?

Karena BEI dan KSEI mulai membuka data pemegang saham perusahaan tercatat dengan kepemilikan di atas 1 persen kepada publik.

Berapa porsi investasi saham BPJS Ketenagakerjaan?

Sekitar 8,6 persen dari total dana kelolaan ditempatkan langsung pada saham.

Program apa yang menempatkan investasi saham BPJS Ketenagakerjaan?

Investasi saham ditempatkan dalam portofolio Program Jaminan Hari Tua dan Program Jaminan Pensiun.

Editorial Team