Jakarta, FORTUNE - Danantara membuka opsi pemindahan unit bagi konsumen proyek LRT City oleh anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk yang belum rampung. Langkah tersebut menjadi salah satu opsi penyelesaian persoalan sekitar 2.400 konsumen yang belum mendapatkan kepastian atas unit mereka.
“Nah ini mereka sedang paparan, baru paparan pertama sama saya. Jadi kita akan pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada, apakah pemindahan unit dan lain sebagainya,” ujar Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria di Jakarta, Senin (31/8).
Menurutnya, pembahasan lebih detail akan dilakukan bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) pada pekan ini. Setelah pembahasan tersebut, pemerintah akan memasukkan proyek itu ke dalam proses bantuan kepada Adhi Karya untuk mempercepat penyelesaiannya.
“Ini nanti kita akan ketemu dengan Adhi Karya, lebih detail lagi minggu ini. Kemudian setelah minggu ini kita akan langsung masukkan ke dalam proses bantuan kepada Adhi Karya untuk menyelesaikan proyek ini,” katanya.
Meski demikian, Danantara belum memberikan kepastian mengenai waktu konsumen dapat memperoleh unit mereka.
Dony menegaskan persoalan proyek mangkrak seperti LRT City tidak boleh kembali terjadi.
“Pada intinya kita ingin bahwa ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya, Danantara telah menyiapkan dana sebesar Rp456 miliar yang berupa equity injection kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk merampungkan LRT City yang merugikan 2.000 konsumen. Proyek LRT City yang mangkrak berlokasi di Tebet, Ciracas, dan Cibubur.
Proyek LRT City sendiri telah lama menjadi sorotan imbas keterlambatan penyelesaian unit hunian yang jauh dari jadwal yang dijanjikan. Pembangunan fisiknya terhenti sejak Lebaran 2025.
Sebagai catatan, LRT City merupakan kawasan properti yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata ruang campuran (mixed use), maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti LRT, dan dilengkapi jaringan pejalan kaki/sepeda.
Adanya integrasi tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum untuk kegiatan sehari-hari.
