Comscore Tracker
NEWS

Badan POM Izinkan Vaksin Sinovac Untuk Anak Usia 6–11

Izin ditujukan untuk penggunaan darurat.

Badan POM Izinkan Vaksin Sinovac Untuk Anak Usia 6–11Ilustrasi vaksin. (ShutterStock/Viacheslav Lopatin)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 bagi anak berusia 6–11 yang diproduksi perusahaan biofarmasi asal Tiongkok, Sinovac.

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, mengatakan penerbitan izin tersebut telah melalui penilaian bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI). Hal ini mengacu pada data mutu vaksin serta pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional. 

"Hasil uji klinik anak-anak dari keamanan dan imonogenitas. Imonogenitas cukup tinggi 96 persen kalau efikasi mengikuti pada uji klinis sebelumnya. Kalau keamanan, vaksin ini aman untuk anak 6–11 tahun," katanya dalam jumpa pers yang digelar secara virtual, Senin (1/11).

Keputusan didasarkan atas riset terhadap efek samping yang memakai 550 anak sebagai subyek penelitian.

Sinopharm dan Pfizer untuk anak masih berproses

Selain vaksin Sinovac, vaksin Covid-19 untuk anak yang kini tengah berproses di BPOM adalah vaksin Sinopharm. "Ada vaksin Sinopharm sedang dalam proses sebagaimana disampaikan. Proses dari evaluasi penilaian ini bertahap karena membutuhkan waktu lama," ujarnya.

Proses mendapatkan izin vaksin membutuhkan waktu lebih lama karena berkait dengan kelengkapan data dari masing-masing perusahaan farmasi. Sementara, vaksin Pfizer yang baru saja disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) nantinya akan menjalani proses izin Badan POM.

Kendati demikian, Penny mengatakan keputusan untuk memberikan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk anak menjadi kabar gembira bagi sejumlah orang, khususnya para orang tua. "Kami yakin bahwa vaksinasi anak menjadi sesuatu yang urgen sekarang, apalagi PTM (pembelajaran tatap muka) sudah dimulai," katanya.
 

Anak juga berpotensi menularkan virus

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah, mengatakan anak-anak punya potensi tertular serta menularkan virus COVID-19 kepada orang lain. 

"Anak-anak jadi OTG tidak diketahui mengidap COVID-19, menularkan ke eyang, orang tua, om dan tante dengan kormorbid. Sangat fatal akibatnya," ujarnya.

Dia juga mendorong para orang tua untuk tak meragukan vaksin COVID-19 dan menyempatkan anak-anaknya menerima vaksin tersebut. 

Related Articles