Comscore Tracker
NEWS

Tak Ada Penyesuaian Kebijakan, Luhut: Subsidi BBM Bisa Bengkak Rp550 T

Harga BBM di Indonesia relatif lebih murah.

Tak Ada Penyesuaian Kebijakan, Luhut: Subsidi BBM Bisa Bengkak Rp550 TMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama Tol Serang-Panimbang Seksi 3 di Pandeglang, Provinsi Banten, Senin (8/8). (Dok. Istimewa)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, tingginya harga minyak mentah dunia mendorong meningkatnya gap harga keekonomian dan harga jual pertalite dan solar. Hal ini tentu berdampak pada kenaikan subsidi dan kompensasi energi.

Hingga saat ini, kata dia, APBN menanggung subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp502 triliun. “Tanpa ada penyesuaian kebijakan, angka ini bisa meningkat hingga lebih dari Rp550 triliun pada akhir tahun,” kata Luhut seperti dikutip dalam keterangannya, Minggu (21/8).

Luhut mengeklaim, harga BBM di Indonesia relatif lebih murah dibanding mayoritas negara di dunia.

Kendati demikian, Luhut mengatakan, pemerintah masih menghitung beberapa skenario penyesuaian subsidi dan kompensasi energi dengan memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat. Seperti dengan menyimulasikan skenario pembatasan volume misalkan diterapkan nantinya.

 “Pemerintah akan terus mendorong penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan data yang akurat sebelum pembatasan diterapkan,” ujarnya.

Kemungkinan dialihkannya subsidi

Luhut mengatakan, perubahan kebijakan subsidi dan kompensasi energi nantinya perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti tingkat inflasi, kondisi fiskal, dan juga pemulihan ekonomi. Hal tersebut menjadi sangat penting untuk tetap menjaga stabilitas negara di tengah ketidakpastian global.

“Anggaran subsidi dan kompensasi energi nantinya dapat dialihkan untuk sektor lain yang lebih membutuhkan dan masyarakat yang kurang mampu mendapat program kompensasi,” lanjut Luhut.

Dalam upaya mengurangi subsidi dan kompensasi energi ini, pemerintah juga akan melakukan langkah-langkah lain seperti percepatan B40 dan adopsi kendaraan listrik.

“Yang perlu diingat, keputusan akhir tetap di tangan Presiden. Namun langkah awal yang perlu dilakukan adalah memastikan pasokan Pertamina untuk Pertalite dan Solar tetap lancar distribusinya," tuturnya.

Distribusi bahan bakar jelang kenaikan

Jelang diumumkannya kenaikan harga BBM, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan pemantauan distribusi di SPBU Kemuning dan SPBU Balaraja, Tangerang.

Ia menyebut, pasokan Pertalite dan Solar terjaga dengan baik saat ini, meski sempat mengalami penurunan pasokan beberapa waktu sebelumnya.

Alhamdulillah, di SPBU Kemuning ketersediaan Pertalite kembali terjaga. Di SPBU Balaraja, ketersediaan Solar pun terpantau aman," ujar Erick di SPBU Balaraja, Tangerang, Sabtu (20/8).

Erick terus mendorong penerapan sistem MyPertamina agar BBM bersubsidi dapat benar-benar tepat sasaran. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat yang berhak mendapat BBM bersubsidi mendapat perlindungan penuh dari pemerintah untuk mendapatkan akses BBM bersubsidi. "Sudah bukan eranya lagi yang mampu justru memakai BBM bersubsidi," ucap Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga menelepon direksi Pertamina. Dalam perbincangannya, dia meminta Pertamina lebih intens dalam menjaga ketersediaan pasokan dan meningkatkan pelayanan terkait pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat.

"InsyaAllah mari kita jaga pasokan BBM dan penggunaan BBM bersubsidi agar benar-benar tepat sasaran," kata Erick.

Related Articles