Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Komdigi Beberkan Potensi Indonesia Masuk Rantai Pasok AI Global

Komdigi Beberkan Potensi Indonesia Masuk Rantai Pasok AI Global
Ilustrasi Artificial Intelligence (Source: Pinterest)
Intinya Sih
  • Wamenkomdigi Nezar Patria menilai Indonesia punya peluang besar masuk rantai pasok global AI berkat kekayaan mineral, energi melimpah, dan bonus demografi usia produktif.

  • Indonesia memiliki potensi kuat di sektor semikonduktor melalui sumber daya timah dan pasir silika, namun perlu strategi agar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah.

  • Nezar menekankan pentingnya memanfaatkan kelebihan energi terbarukan dan talenta muda untuk menjadikan Indonesia pemain strategis dalam rantai pasok global kecerdasan artifisial.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis dalam rantai pasok global kecerdasan artifisial. Hal ini seiring dengan kekuatan sumber daya mineral, energi, dan bonus demografi yang dimiliki.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat untuk masuk ke rantai pasok semikonduktor, terutama dari sisi sumber daya alam.

“Kita penghasil timah terbesar di dunia. Dan timah adalah bahan kunci dalam proses pembuatan chips,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (7/5).

Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan pasir silika dalam jumlah besar yang menjadi bahan dasar silikon, komponen utama dalam industri semikonduktor.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya perubahan strategi agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah.

Selain itu, terdapat peluang besar dari sisi energi nasional, terutama untuk mendukung pengembangan pusat data yang menjadi tulang punggung industri AI.

“Kita punya kelebihan energi, renewable energy. Listrik kita produksinya cukup banyak, bahkan setahun yang lalu melimpah, surplus energi listrik,” jelasnya.

Di samping itu, Indonesia juga memiliki kekuatan pada jumlah penduduk usia produktif yang besar, dengan 285 juta jiwa dengan usia rata-rata 30 tahun.

Meski mengakui Indonesia belum sepenuhnya masuk dalam rantai pasok global, Wamen Nezar melihat kondisi tersebut sebagai ruang untuk menentukan strategi yang tepat ke depan.

“Kita harus menjadi choke point. Kita harus menjadi choke point yang strategis dan kita harus mampu mengontrol choke point itu,” tegasnya.

Ia menambahkan pengembangan AI harus diarahkan untuk mendukung sektor-sektor prioritas dengan risiko tinggi, sehingga teknologi menjadi alat bantu yang meningkatkan keselamatan dan efisiensi kerja.

Dengan kombinasi sumber daya, talenta, dan strategi yang tepat, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk bertransformasi dari pasar menjadi pemain dalam rantai pasok global AI.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More